Amran Hulubangga Perkuat Integritas Desa, Tangkal Hoaks dan Kampanye Hitam
|
Marisa – Di tengah dinamika penguatan pemahaman pengawasan pemilu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pohuwato terus mengintensifkan konsolidasi demokrasi di tingkat desa sebagai ruang strategis membangun kesadaran kolektif masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Babalonge, Desa Kenari, Desa Lemito, dan Desa Lemito Utara, dengan fokus pada penguatan integritas aparatur desa serta ketahanan terhadap disrupsi informasi. Rabu (06/05/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Pohuwato, Yolanda Harun, bersama Anggota Bawaslu Pohuwato Amran Hulubangga, serta didampingi staf teknis Bawaslu Pohuwato. Kehadiran pimpinan secara langsung ini menjadi bentuk komitmen dalam memperkuat demokrasi dari level paling dasar.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis dan partisipatif, mempertemukan kepala desa dan aparat desa dalam pembahasan isu-isu krusial kepemiluan yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam penyampaiannya, Amran Hulubangga menegaskan bahwa integritas aparatur desa merupakan fondasi utama dalam menjaga kualitas demokrasi dan kepercayaan publik terhadap proses pemilu. “Integritas kepala desa dan aparatnya bukan hanya soal posisi, tetapi komitmen menjaga keadilan dan kepercayaan publik dalam setiap tahapan demokrasi,” ujar Amran.
Ia juga menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap penyebaran hoaks dan praktik kampanye hitam yang berpotensi merusak tatanan demokrasi di tingkat akar rumput. “Hoaks dan black campaign adalah ancaman nyata. Desa harus menjadi benteng pertama dalam menjaga kejernihan informasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Amran menekankan bahwa konsolidasi demokrasi harus bertransformasi menjadi gerakan edukatif yang menjangkau lapisan masyarakat paling bawah.
Menurutnya, pemerintah desa memiliki peran strategis dalam mentransfer pemahaman kepemiluan hingga ke tingkat rukun warga melalui lembaga desa.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Pohuwato berharap terbangun kesadaran kolektif yang kuat dalam menjaga demokrasi, sehingga pemilu dapat berjalan lebih berkualitas, transparan, dan berintegritas.