Lompat ke isi utama

Berita

Penguji Apresiasi Inovasi SIGAP Rahmat Djakaria, Dorong Efektivitas Kinerja Sekretariat Bawaslu Pohuwato

Foto

Kasek Bawaslu Kabupaten Pohuwato, Rahmat A. Djakaria, saat memaparkan aksi perubahan SIGAP di hadapan penguji, Dr. Indra Maulana Arief, dalam sesi seminar Rancangan Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan X. Rabu (21/10/2026).

Marisa - Rancangan Aksi Perubahan bertajuk SIGAP yang diusung Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pohuwato, Rahmat A. Djakaria, mendapat apresiasi dari penguji, Dr. Indra Maulana Arief, dalam sesi seminar Rancangan Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan X. Rabu (21/10/2026). Inovasi ini dinilai memiliki potensi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas sekretariat, khususnya dalam mendukung kebutuhan administrasi dan operasional organisasi.

Apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi Rahmat untuk terus menyempurnakan rancangan inovasi SIGAP agar dapat diimplementasikan secara optimal sesuai dengan kebutuhan serta kondisi kerja di lingkungan Bawaslu Kabupaten Pohuwato.

Dalam sesi seminar, Dr. Indra Maulana Arief memberikan penilaian positif terhadap gagasan yang diusung Rahmat. SIGAP dinilai sebagai salah satu upaya inovatif yang dapat mendukung penguatan tata kelola administrasi dan pelaksanaan tugas kesekretariatan agar lebih terarah, efektif, dan efisien.

Menurut penguji, gagasan inovasi yang dikembangkan dalam Aksi Perubahan perlu memiliki manfaat nyata bagi organisasi. Oleh karena itu, rancangan SIGAP diharapkan tidak hanya menjadi pemenuhan persyaratan dalam pelaksanaan PKA, tetapi juga mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas kinerja dan pelayanan administrasi di lingkungan Bawaslu Kabupaten Pohuwato  pada jangka panjang, imbuhnya.

Menanggapi apresiasi tersebut, Rahmat A. Djakaria menegaskan bahwa masukan dari penguji merupakan bagian penting dalam proses penyempurnaan rancangan Aksi Perubahan. Evaluasi dan saran yang diberikan menjadi bahan pertimbangan untuk memastikan inovasi yang dikembangkan benar-benar menjawab kebutuhan organisasi.

Rahmat juga memandang bahwa keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya ditentukan oleh konsep yang dirancang, tetapi juga oleh kesiapan implementasi, dukungan sumber daya manusia, serta komitmen seluruh jajaran sekretariat dalam menjalankan perubahan. Dengan demikian, SIGAP diharapkan dapat menjadi instrumen pendukung yang memberikan kemudahan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi kesekretariatan.

Lebih lanjut, penyempurnaan rancangan SIGAP akan diarahkan pada penguatan aspek penerapan agar inovasi tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan. Penyesuaian terhadap kebutuhan organisasi dan kondisi kerja menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa setiap perubahan yang dilakukan mampu memberikan dampak positif terhadap efektivitas pelaksanaan tugas.

Apresiasi yang diberikan penguji menjadi motivasi bagi Rahmat untuk melanjutkan proses pengembangan SIGAP secara terencana dan terukur. Melalui inovasi ini, diharapkan Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pohuwato semakin mampu memberikan dukungan administrasi dan operasional yang optimal bagi pimpinan dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu.