John Dorong Bawaslu Pohuwato Jadikan Keterbatasan sebagai Ruang Berinovasi
|
Marisa - Keterbatasan anggaran tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengurangi semangat dalam menjalankan tugas kelembagaan. Justru, kondisi tersebut dapat mendorong lahirnya inovasi dan cara kerja yang lebih kreatif.
Hal tersebut disampaikan Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, John Hendri Purba, pada saat kegiatan pembinaan dan peningkatan kapasitas jajaran Bawaslu Kabupaten Pohuwato, Senin (28/09/2026).
John mengapresiasi konsistensi jajaran Bawaslu Pohuwato dalam menjalankan berbagai kegiatan kelembagaan. Menurutnya, sejumlah aktivitas yang terus dilakukan di lingkungan kantor menunjukkan adanya komitmen jajaran untuk menjaga ritme kerja dan pelaksanaan tugas.
“Anggaran bukanlah permasalahan dan bukan pula penghambat bagi kita untuk melaksanakan kegiatan. Keterbatasan justru bisa melahirkan inovasi yang lebih baik. Yang penting bagaimana kita memanfaatkan apa yang tersedia untuk menghasilkan kinerja yang nyata,” ujar John.
Ia juga mengingatkan jajaran Bawaslu Pohuwato agar memanfaatkan berbagai program kelembagaan sebagai ruang untuk menunjukkan kinerja kepada masyarakat. Menurutnya, perkembangan teknologi dan media saat ini memberikan ruang yang luas bagi lembaga untuk menyampaikan kerja-kerja pengawasan secara terbuka.
Namun, John menekankan bahwa pemanfaatan media harus tetap berpegang pada etika dan integritas. Publikasi kegiatan, menurutnya, harus menggambarkan kerja nyata lembaga dan tidak diarahkan pada manipulasi informasi.
“Manfaatkan program-program yang ada untuk menunjukkan kinerja kita kepada masyarakat. Jangan sampai ada manipulasi media. Apa yang kita kerjakan adalah tanggung jawab kita dan setiap tugas pada akhirnya harus dapat kita pertanggungjawabkan,” tegasnya.
Selain inovasi dan keterbukaan informasi, John menyoroti pentingnya kedisiplinan dalam membangun kepercayaan publik. Ia mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan disiplin bukan sekadar kewajiban karena aturan, tetapi sebagai bagian dari kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kedisiplinan yang tumbuh dari kesadaran pribadi akan membentuk budaya kerja yang lebih kuat. Termasuk dalam pelaksanaan pola kerja dari rumah atau Work From Home (WFH), pelayanan publik tetap harus berjalan dan tidak boleh terganggu.
“Kedisiplinan harus menjadi bagian dari diri kita, bahkan menjadi lifestyle. WFH juga bukan alasan untuk mengganggu pelayanan publik. Di mana pun kita bekerja, tanggung jawab pelayanan dan tugas kelembagaan tetap harus berjalan,” jelasnya.
John juga menekankan bahwa kualitas lembaga sangat berkaitan dengan persepsi dan tingkat kepercayaan masyarakat. Ketika lembaga mampu menjaga integritas, profesionalisme, dan loyalitas terhadap tugas, kepercayaan publik akan tumbuh dengan sendirinya.
“Kalau lembaganya baik, maka persepsi publik juga akan baik. Karena itu, integritas dan loyalitas harus terus kita kedepankan dalam menjalankan tugas,” tambahnya.
Melalui pembinaan tersebut, John berharap jajaran Bawaslu Pohuwato dapat terus mempertahankan konsistensi, meningkatkan kedisiplinan, serta memanfaatkan keterbatasan sebagai ruang untuk melahirkan inovasi dalam pelaksanaan tugas kelembagaan.
Penulis dan Foto : T.R
Editor : T.R