Lompat ke isi utama

Berita

Yolanda Harun Jadi Juri Debat Kemerdekaan, Pelajar Bicara Demokrasi

Foto

Ketua Bawaslu Kabupaten Pohuwato, Yolanda Harun, Ketua KPU Pohuwato, Iskandar Ibrahim, dan Anggota KPU Pohuwato, Dian F. Pakaya, saat Menjadi Juri pada Debat Kemerdekaan 2026, “81 Tahun Indonesia Merdeka: Suara Pelajar untuk Demokrasi Indonesia”, yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Pohuwato, Senin (17/08/2026).

Marisa - Semangat kemerdekaan dan pendidikan demokrasi di kalangan generasi muda mewarnai Debat Kemerdekaan 2026, “81 Tahun Indonesia Merdeka: Suara Pelajar untuk Demokrasi Indonesia”, yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Pohuwato, Senin (17/08/2026).

Kegiatan debat yang diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Pohuwato tersebut secara khusus melibatkan pelajar dari SMA Negeri 1 Marisa, SMK Negeri 1 Marisa, dan MA Negeri 1 Pohuwato. Para peserta diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan, membangun argumentasi, serta menunjukkan kemampuan berpikir kritis dalam membahas isu-isu yang berkaitan dengan demokrasi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pohuwato, Yolanda Harun, turut terlibat langsung sebagai salah satu juri dalam kegiatan debat tersebut. Keterlibatan Bawaslu menjadi bagian dari sinergi bersama KPU Pohuwato dalam mendorong penguatan pendidikan demokrasi bagi generasi muda.

Melalui kegiatan tersebut, para pelajar tidak hanya ditantang untuk menyampaikan pendapat, tetapi juga belajar memahami persoalan, menyusun argumentasi, mendengarkan pandangan berbeda, serta menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab. Hal ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya demokrasi sejak lingkungan pendidikan.

Yolanda Harun menilai kegiatan debat pelajar merupakan ruang pembelajaran yang baik untuk mengenalkan praktik demokrasi secara langsung kepada generasi muda.

"Debat ini bukan sekadar tentang siapa yang menang atau kalah. Yang lebih penting adalah bagaimana pelajar berani menyampaikan gagasan, mampu berpikir kritis, menghargai perbedaan pendapat, dan belajar menyampaikan argumentasi secara bertanggung jawab,” ujar Yolanda.

Menurutnya, pelajar merupakan bagian penting dari masa depan demokrasi Indonesia. Karena itu, ruang-ruang pembelajaran seperti debat perlu terus dikembangkan agar generasi muda memiliki pemahaman yang baik mengenai demokrasi sekaligus keberanian untuk berpartisipasi.

Selain menjadi juri debat, Yolanda juga turut terlibat sebagai juri dalam kegiatan vokalia yang dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI. Kegiatan vokalia tersebut melibatkan Bawaslu dan KPU Kabupaten Pohuwato sebagai bagian dari rangkaian kegiatan bersama dalam menyemarakkan momentum kemerdekaan.

“Semangat kemerdekaan juga dapat kita hadirkan melalui kreativitas dan kebersamaan. Melalui kegiatan seperti ini, hubungan kelembagaan antara Bawaslu dan KPU dapat terus dibangun, sekaligus menciptakan suasana kerja yang positif dan penuh kebersamaan,” tambah Yolanda.

Ia berharap kegiatan yang melibatkan generasi muda maupun jajaran penyelenggara Pemilu tersebut dapat memberikan makna lebih dalam terhadap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, khususnya dalam membangun semangat persatuan, partisipasi, dan demokrasi.

Keterlibatan Bawaslu Pohuwato dalam rangkaian kegiatan yang diselenggarakan KPU Pohuwato tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan sinergi antarlembaga penyelenggara Pemilu. Momentum kemerdekaan dimanfaatkan untuk membangun kolaborasi sekaligus menumbuhkan semangat demokrasi yang sehat di tengah masyarakat.

Foto
Ketua Bawaslu Kabupaten Pohuwato, Yolanda Harun, Ketua KPU Pohuwato, Iskandar Ibrahim, dan Suwarno saat menjadi Juri pada kategori Vokalia pada kegiatan semarak memeriakan HUT RI ke 81. Senin (17/08/2026).

Melalui “81 Tahun Indonesia Merdeka: Suara Pelajar untuk Demokrasi Indonesia”, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi pelajar untuk berani bersuara, berpikir kritis, dan menghargai perbedaan sebagai bagian dari kehidupan demokrasi Indonesia.