Yolanda Harun Ajak HMI Pohuwato Jadi Garda Terdepan Lawan Hoaks dan SARA di Ruang Digital
|
Marisa – Ketua Bawaslu Kabupaten Pohuwato, Yolanda Harun, mengajak kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pohuwato untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kualitas demokrasi, khususnya dengan menyuarakan gerakan antihoaks dan isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) di tengah masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Yolanda Harun saat melaksanakan Konsolidasi Demokrasi bersama HMI Cabang Pohuwato di ruang kerjanya, Kamis (3/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Yolanda menekankan bahwa perkembangan ruang digital telah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh dan menyebarkan informasi. Namun, di sisi lain, ruang digital juga dapat menjadi sarana penyebaran informasi yang tidak benar apabila masyarakat tidak memiliki kemampuan untuk mengenali dan memverifikasi informasi yang diterima.
Menurutnya, generasi muda dan organisasi kemahasiswaan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar lebih cerdas, kritis, dan bijak dalam menerima informasi.
“Teman-teman dari HMI perlu bersama-sama menyuarakan gerakan antihoaks dan isu SARA kepada masyarakat. Kita harus berhati-hati dalam menggunakan ruang digital dan tidak mudah mempercayai maupun membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujar Yolanda.
Yolanda juga berharap kader HMI Cabang Pohuwato dapat mengambil bagian dalam memberikan edukasi dan melakukan sharing informasi kepada masyarakat mengenai demokrasi dan pentingnya literasi digital.
Menurutnya, ruang demokrasi saat ini harus dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat sejak dini. Edukasi tidak hanya dilakukan ketika tahapan Pemilu telah berlangsung, tetapi perlu terus dibangun dari sekarang agar masyarakat memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai dinamika informasi.
“Saat ini adalah ruang bagi kita untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat. Sehingga, ketika tahapan Pemilu nanti dimulai, masyarakat tidak lagi kaget dan tidak mudah keliru dalam menerima informasi yang beredar,” tambah Yolanda.
Ia menegaskan, masyarakat perlu dibiasakan untuk mengenali sumber informasi, memahami isi informasi secara utuh, serta melakukan pengecekan sebelum mempercayai atau menyebarkannya kepada orang lain.
“Saya rasa teman-teman HMI memahami bagaimana dinamika ruang digital saat ini. Karena itu, saya berharap teman-teman dapat menjadi bagian dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang demokrasi, pentingnya mengenali informasi, serta tidak cepat membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya,” jelasnya.
Konsolidasi tersebut menjadi bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Pohuwato dalam memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan dan mahasiswa, dalam membangun demokrasi yang sehat dan berintegritas.
Melalui kolaborasi tersebut, Bawaslu Pohuwato berharap semangat melawan hoaks dan isu SARA dapat terus disuarakan hingga ke tengah masyarakat. Dengan meningkatnya kesadaran dan literasi masyarakat sejak dini, diharapkan masyarakat semakin siap menghadapi setiap tahapan Pemilu serta mampu menjadi pemilih yang cerdas dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Penulis & foto : NM
Editor : NM