Tausyiah HUT ke-18 Bawaslu: Netralitas dan Nilai Ibadah Jadi Landasan Pengawasan
|
Marisa - Dalam kegiatan Tasyakuran HUT ke-18 Bawaslu RI dan Halal Bi Halal yang digelar di Kantor Bawaslu Pohuwato, Senin (13/04/2026), KH. Abdullah Aniq Nawawi, Lc., M.A., menyampaikan tausyiah kepada seluruh jajaran Bawaslu Pohuwato.
Dalam tausyiahnya, ia menekankan pentingnya netralitas negara dan penyelenggara pemilu sebagai bagian dari kewajiban yang sejalan dengan nilai-nilai syariat.
Ia menjelaskan bahwa netralitas bukan hanya tuntutan regulasi, tetapi juga memiliki dimensi moral dan spiritual yang harus dijaga oleh setiap individu dalam menjalankan tugas.
Selain itu, ia mengangkat teladan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa peletakan Hajar Aswad sebagai contoh praktik musyawarah dan keadilan dalam menentukan keputusan bersama.
Menurutnya, nilai tersebut menjadi landasan penting dalam membangun demokrasi yang adil dan berintegritas.
Di akhir tausyiahnya, ia mengingatkan agar setiap pekerjaan yang dilakukan diniatkan sebagai bentuk ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Apapun tugas dan tanggung jawab kita, jika diniatkan dengan baik, maka akan bernilai ibadah dan membawa keberkahan,” pesannya.
Melalui penyampaian tausyiah ini, diharapkan jajaran Bawaslu Pohuwato dapat semakin memperkuat integritas, menjaga netralitas, serta menanamkan nilai-nilai spiritual dalam pelaksanaan tugas pengawasan demokrasi.