Lompat ke isi utama

Berita

Saat Aktivitas Terhenti, Indonesia Raya Mengingatkan Makna Pengabdian

Foto

Bawaslu Kabupaten Pohuwato dan Pipinan Bawaslu Provinsi Gorontalo berdiri bersama saat lagu kebangsaan Indonesia Raya diperdengarkan di lingkungan Kantor Bawaslu Pohuwato, Senin (28/09/2026).

Marisa - Sejenak menghentikan aktivitas, jajaran Bawaslu Kabupaten Pohuwato berdiri bersama saat lagu kebangsaan Indonesia Raya diperdengarkan di lingkungan Kantor Bawaslu Pohuwato, Senin (28/09/2026).

Kegiatan tersebut diikuti Ketua Bawaslu Pohuwato Yolanda Harun, Anggota Bawaslu Pohuwato Amran Hulubangga, para pejabat struktural, serta seluruh pegawai Bawaslu Pohuwato.

Turut mengikuti momen tersebut Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo Idris Usuli, serta Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo Moh. Fadjri Arsyad, Wahyudin M. Akili, John Hendri Purba, dan Lismawy Ibrahim.

Berdiri dan menyanyikan Indonesia Raya menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan untuk menghormati simbol negara sekaligus mengingat kembali nilai kebangsaan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Ketua Bawaslu Pohuwato, Yolanda Harun, menyampaikan bahwa momen tersebut bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh jajaran untuk membawa semangat kebangsaan ke dalam pelaksanaan tugas.

“Indonesia Raya mengingatkan kita bahwa setiap tugas yang kita jalankan merupakan bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara. Semangat itu harus tercermin dalam integritas, kedisiplinan, dan tanggung jawab kita dalam menjalankan tugas,” ujar Yolanda.

Menurutnya, penghormatan terhadap lagu kebangsaan juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan seluruh jajaran. Dengan semangat yang sama, setiap pegawai diharapkan dapat menjalankan tugas secara profesional dan tetap berpegang pada nilai-nilai kelembagaan.

“Kita berhenti sejenak dari aktivitas untuk mengingat bahwa ada nilai kebangsaan yang harus terus kita jaga. Setelah itu, kita kembali menjalankan tugas dengan semangat, tanggung jawab, dan komitmen yang sama,” tambahnya.

Momen tersebut berlangsung sederhana namun penuh khidmat. Usai Indonesia Raya diperdengarkan, seluruh jajaran kembali melanjutkan aktivitas dan tugas kelembagaan masing-masing.

Penulis dan Foto : T.R

Editor : T.R