Ramadan sebagai Pendidikan Kejujuran, Kepala Sekretariat Bawaslu Pohuwato: Puasa Melatih Integritas Batin
|
Marisa – Bulan suci Ramadan menjadi momentum penting dalam membangun nilai kejujuran dan integritas dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan Kepala Sekretariat Bawaslu Pohuwato, Rahmat A. Djakaria, saat memberikan kultum sebelum salat Dzuhur di lingkungan Kantor Bawaslu Pohuwato, Rabu (11/03/2026).
Dalam tausiyah singkatnya, Rahmat menegaskan bahwa ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana pendidikan moral yang mengajarkan kejujuran dan pengendalian diri. Ia menjelaskan bahwa puasa melatih integritas batin seseorang karena dilakukan tanpa pengawasan manusia, melainkan hanya didasari kesadaran kepada Allah SWT.
“Puasa adalah latihan kejujuran yang paling nyata. Kita menahan diri dari makan dan minum meskipun tidak ada manusia yang mengawasi, karena kita sadar Allah selalu melihat. Di situlah nilai integritas dan kejujuran dilatih dalam diri setiap muslim,” ujar Rahmat dalam kultumnya.
Rahmat juga mengingatkan pentingnya mensyukuri kesempatan untuk kembali menjalankan ibadah di bulan Ramadan tahun ini. Menurutnya, tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk merasakan dan menjalankan ibadah puasa hingga saat ini.
“Kita harus banyak bersyukur atas nikmat yang Allah berikan sehingga masih dipertemukan dengan bulan suci Ramadan. Saat ini kita sudah memasuki sepuluh hari terakhir, sementara banyak saudara dan keluarga kita yang mungkin tidak lagi memiliki kesempatan untuk menunaikan ibadah ini,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh jamaah untuk memanfaatkan sisa waktu Ramadan dengan memperbanyak amal ibadah dan kepedulian sosial kepada sesama. Menurutnya, momentum sepuluh hari terakhir Ramadan harus dimaksimalkan dengan meningkatkan kualitas ibadah, termasuk memperbanyak sedekah.
“Manfaatkan kesempatan di penghujung Ramadan ini dengan memperbanyak ibadah, memperkuat hubungan dengan Allah, serta meningkatkan kepedulian kepada sesama melalui sedekah dan amal kebaikan lainnya,” tambahnya.
Kultum yang disampaikan sebelum salat Dzuhur tersebut menjadi bagian dari kegiatan pembinaan spiritual selama bulan Ramadan di lingkungan Bawaslu Pohuwato, yang bertujuan memperkuat nilai integritas, kedisiplinan, dan spiritualitas bagi seluruh pegawai.