Rahmat Tekankan Dukungan Sarpras dan Etika Digital di Bawaslu Pohuwato
|
Marisa - Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pohuwato, Rahmat A. Djakaria, menekankan pentingnya pemenuhan sarana dan prasarana sebagai bagian dari dukungan sekretariat terhadap kelancaran pelaksanaan tugas kelembagaan dan menghidari penggunaan aplikasi judol pada jajaran bawaslu kabupaten pohuwato. Hal tersebut disampaikannya dalam rapat rutin internal Bawaslu Pohuwato, Senin (05/10/2026).
Rapat yang dipimpin langsung Ketua Bawaslu Pohuwato, Yolanda Harun, tersebut dihadiri Anggota Bawaslu Pohuwato Munawar, Kasubbag P3SP2H Asni Saipi, Kasubbag P2H Herlinda Mansur, serta seluruh pegawai Bawaslu Pohuwato.
Dalam rapat, Rahmat menyampaikan bahwa pemenuhan sarana dan prasarana perlu terus diperhatikan sebagai instrumen pendukung pelaksanaan pekerjaan. Menurutnya, ketersediaan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan akan membantu jajaran menjalankan tugas secara lebih efektif dan menunjang berbagai agenda kelembagaan.
“Pemenuhan sarana dan prasarana perlu kita perhatikan karena merupakan bagian dari penunjang kerja lembaga. Tentunya pemenuhannya disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas kelembagaan,” ujar Rahmat.
Selain membahas dukungan fasilitas kerja, Rahmat turut menyampaikan kembali pentingnya menghindari penggunaan aplikasi judi online (judol). Ia menjelaskan, penyampaian tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut hasil rapat pembinaan SDM yang dilaksanakan Bawaslu Provinsi Gorontalo pada 1 Oktober 2026.
Dalam kegiatan pembinaan tersebut, jajaran Bawaslu mendapatkan penguatan terkait kedisiplinan, produktivitas, tanggung jawab, serta pentingnya menjaga integritas dalam kehidupan sebagai bagian dari organisasi. Karena itu, menurut Rahmat, pesan mengenai bahaya dan dampak penggunaan judol perlu diteruskan dan menjadi perhatian bersama di lingkungan Bawaslu Pohuwato.
“Ini juga merupakan tindak lanjut dari pembinaan SDM yang dilaksanakan Bawaslu Provinsi Gorontalo pada 1 Oktober lalu. Salah satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana kita menjaga diri dari penggunaan aplikasi judi online yang dapat membawa dampak negatif,” jelasnya.
Rahmat menilai, menjaga integritas sebagai bagian dari lembaga tidak hanya tercermin dari pelaksanaan tugas kedinasan, tetapi juga dari sikap dan perilaku pegawai dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika menggunakan perangkat dan layanan digital.
“Jangan sampai aktivitas di ruang digital justru menimbulkan persoalan bagi diri sendiri maupun berdampak pada pekerjaan. Karena itu, mari kita gunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Ia berharap hasil pembinaan tersebut tidak berhenti pada forum kegiatan, tetapi dapat diterapkan dalam keseharian seluruh jajaran Bawaslu Pohuwato. Menurutnya, penguatan disiplin, integritas, dan perilaku profesional merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun lingkungan kerja yang sehat dan mendukung kinerja kelembagaan.
Penulis & Foto : T.R
Editor : T.R