Lompat ke isi utama

Berita

Rahmat A. Djakaria;Tekankan Pentingnya Akses Setara Pemahaman Kepemiluan

Foto

Kasek Bawaslu Pohuwato, Rahmat A. Djakaria, saat menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pemahaman kepemiluan bagi penyandang disabilitas melalui program sosialisasi yang rutin dilaksanakan setiap tahun, khususnya pada masa non tahapan pemilu. menghadiri kegiatan sosialisasi di SLB Negeri Pohuwato, Rabu (29/04/2026).

Marisa - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pohuwato menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pemahaman kepemiluan bagi penyandang disabilitas melalui program sosialisasi yang rutin dilaksanakan setiap tahun, khususnya pada masa non tahapan pemilu.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Sekretariat Bawaslu Pohuwato, Rahmat A. Djakaria, saat menghadiri kegiatan sosialisasi di SLB Negeri Pohuwato, Rabu (29/04/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu dalam memastikan inklusivitas pendidikan politik bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Rahmat menjelaskan bahwa program sosialisasi dan fasilitasi penguatan pemahaman kepemiluan bagi penyandang disabilitas menjadi agenda berkelanjutan yang terus dioptimalkan. Hal ini penting untuk menjamin bahwa kelompok disabilitas memiliki akses yang setara terhadap informasi kepemiluan.

“Kami berkomitmen, di masa non tahapan seperti sekarang, tetap memprogramkan kegiatan sosialisasi bagi penyandang disabilitas agar pemahaman mereka terhadap kepemiluan terus meningkat,” ujar Rahmat.

Ia menambahkan, edukasi yang diberikan tidak hanya menyasar siswa yang masih aktif, tetapi juga alumni penyandang disabilitas. Menurutnya, pendekatan ini bertujuan untuk memperluas jangkauan literasi politik secara inklusif di tengah masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa siswa maupun alumni penyandang disabilitas memiliki pengetahuan yang sama dengan siswa lainnya pada umumnya, sehingga mereka dapat berpartisipasi aktif dalam setiap proses demokrasi,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Pohuwato berharap dapat mendorong kesadaran politik yang lebih inklusif sekaligus memperkuat partisipasi pemilih dari kalangan penyandang disabilitas pada pemilu mendatang.