Rahmat A. Djakaria: P2P Jangkau Semua Kalangan, Termasuk Penyandang Kebutuhan Khusus
|
Marisa - Bawaslu Kabupaten Pohuwato terus memperluas jangkauan sosialisasi Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 dengan menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk di lingkungan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pohuwato, Kamis (23/04/2026).
Kegiatan ini dipimpin oleh Anggota Bawaslu Pohuwato, Munawar, serta didampingi oleh Kepala Sekretariat Rahmat A. Djakaria bersama jajaran pegawai Bawaslu Pohuwato.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekretariat Bawaslu Pohuwato, Rahmat A. Djakaria, menegaskan bahwa program P2P dirancang untuk menjangkau seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.
“Pendidikan Pengawas Partisipatif tidak hanya menyasar masyarakat umum seperti pelajar, mahasiswa, maupun komunitas lainnya, tetapi juga menjangkau teman-teman dengan kebutuhan khusus sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki hak yang sama dalam demokrasi,” jelas Rahmat.
Ia menilai bahwa keterlibatan penyandang disabilitas dalam pengawasan partisipatif merupakan langkah penting dalam mewujudkan Pemilu yang inklusif dan berkeadilan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa tidak ada kelompok masyarakat yang terabaikan dalam perekrutan P2P serta proses pengawasan Pemilu kedepan,” tambahnya.
Rahmat juga berharap agar kegiatan sosialisasi ini dapat mendorong partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk dari lingkungan SLB Kabupaten Pohuwato.
Kunjungan ini diterima dengan baik oleh pihak sekolah, serta mendapat respon positif dari Kepala Sekolah SLB Negeri Pohuwato, Empi Diange, S.Ag.
“Kami menyambut baik kegiatan ini, karena memberikan pemahaman baru bagi kami dan peserta didik terkait pentingnya keterlibatan dalam program P2P ini terlebih dapat terlibat aktif dalam pengawasan Pemilu mendatang,” ungkap Kepala SLB.
Dengan adanya kegiatan ini, Bawaslu Pohuwato berkomitmen untuk terus mendorong pengawasan partisipatif yang inklusif dan menjangkau seluruh elemen masyarakat di daerah.