Lompat ke isi utama

Berita

Rahmat Djakaria: Anak Muda Punya Peran Besar Jaga Demokrasi

Foto

Kepala Sekretariat Bawaslu Pohuwato, Rahmat A. Djakaria, saat mengatakan, KNPI dan Karang Taruna diharapkan bukan hanya menjadi mitra formal, tetapi juga motor penggerak edukasi demokrasi bagi generasi muda di Kabupaten Pohuwato. Pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bawaslu Pohuwato bersama KNPI dan Karang Taruna Kabupaten Pohuwato.

Marisa – Bawaslu Pohuwato resmi menggandeng Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Karang Taruna dalam memperkuat pengawasan partisipatif di kalangan anak muda. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Marisa, Selasa (12/05/2026).

Kerja sama ini menjadi langkah Bawaslu Pohuwato untuk melibatkan generasi muda dalam menjaga demokrasi tetap sehat, jujur, dan bebas dari pelanggaran pemilu. Anak muda dinilai memiliki pengaruh besar dalam membangun kesadaran politik di tengah masyarakat, terutama di era digital dan media sosial.

Kepala Sekretariat Bawaslu Pohuwato, Rahmat A. Djakaria mengatakan, KNPI dan Karang Taruna diharapkan bukan hanya menjadi mitra formal, tetapi juga motor penggerak edukasi demokrasi bagi generasi muda di Kabupaten Pohuwato.

“Anak muda hari ini bukan cuma penonton demokrasi, tapi harus jadi bagian penting dalam menjaga prosesnya tetap bersih dan berintegritas. Karena itu, kami ingin KNPI dan Karang Taruna hadir bersama Bawaslu untuk membangun gerakan pengawasan partisipatif,” ujar Rahmat.

Menurutnya, kolaborasi tersebut akan membuka ruang kreatif bagi pemuda untuk ikut mengawasi tahapan pemilu, menyebarkan edukasi politik yang sehat, hingga menangkal hoaks dan praktik pelanggaran pemilu di media sosial maupun lingkungan masyarakat.

“Kami ingin pengawasan pemilu terasa dekat dengan anak muda. Demokrasi harus dikawal bersama, bukan hanya oleh penyelenggara, tetapi juga oleh masyarakat, terutama generasi muda yang aktif dan kritis,” tambahnya.

Rahmat menegaskan, keterlibatan organisasi kepemudaan menjadi kekuatan penting dalam menciptakan demokrasi yang lebih transparan dan partisipatif di Pohuwato. Ia berharap kerja sama tersebut dapat melahirkan berbagai program kolaboratif yang menyentuh langsung masyarakat.

“Kalau pemuda bergerak bersama mengawal demokrasi, maka kualitas pemilu ke depan akan semakin baik. Ini bukan hanya tentang kerja sama di atas kertas, tetapi bagaimana kita sama-sama menjaga masa depan demokrasi daerah,” pungkasnya.