Rahmat Djakaria: Agenda Ramadan Harus Berjalan Efektif dan Akuntabel
|
Marisa – Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pohuwato, Rahmat A. Djakaria, menegaskan kesiapan jajaran sekretariat dalam memastikan seluruh agenda kelembagaan selama bulan suci Ramadan berjalan tertib, terkoordinasi, dan selaras dengan arah kebijakan pimpinan. Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat internal yang digelar di Marisa, Senin (23/02/2026).
Rapat yang membahas pemantapan program Ramadan itu menitikberatkan pada aspek dukungan administratif, perencanaan anggaran, serta teknis pelaksanaan kegiatan. Rahmat menegaskan bahwa sekretariat memiliki peran strategis dalam menjamin setiap agenda pimpinan terlaksana secara efektif dan akuntabel.
“Sekretariat memastikan seluruh agenda selama Ramadan dapat berjalan dengan tertib, terencana, dan sesuai dengan ketentuan administrasi yang berlaku,” ujar Rahmat.
Salah satu agenda yang akan dilaksanakan adalah kegiatan Ngabuburit Pengawasan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama. Menurut Rahmat, kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari penguatan internal kelembagaan.
“Ngabuburit Pengawasan ini menjadi ruang konsolidasi yang memperkuat semangat pengawasan serta kebersamaan antar jajaran,” tegasnya.
Ia menambahkan, dukungan sekretariat mencakup pengelolaan administrasi, perencanaan anggaran, fasilitasi kegiatan, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas, termasuk berpedoman pada Standar Akuntansi Pemerintahan.
“Kami memastikan setiap agenda pimpinan mendapatkan dukungan penuh agar terlaksana secara efektif, tertib, dan akuntabel,” katanya.
Lebih lanjut, Rahmat menilai Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai momentum spiritual, tetapi juga sebagai kesempatan memperkuat etos kerja yang disiplin dan berintegritas di lingkungan kelembagaan.
“Selain menjalankan kewajiban di bulan suci, seluruh jajaran diharapkan tetap menjaga profesionalitas, memperkuat koordinasi, dan meningkatkan kualitas kinerja,” ungkapnya.
Menurutnya, keseimbangan antara nilai spiritual dan tanggung jawab kelembagaan akan melahirkan budaya kerja yang harmonis dan produktif. “Ramadan harus menjadi energi positif bagi kita semua untuk bekerja lebih tertib, saling mendukung, serta menjaga komitmen pengawasan secara berkelanjutan,” tutup Rahmat.