Lompat ke isi utama

Berita

Pukul 10.00 WITA, Bawaslu Pohuwato Hentikan Sejenak Aktivitas untuk Indonesia Raya

Foto

Bawaslu Kabupaten Pohuwato, saat mendengarkan dan menyayikan lagu Indonesia Raya, Senin (27/07/2026).

Marisa - Aktivitas kerja di lingkungan Bawaslu Kabupaten Pohuwato sejenak terhenti pada pukul 10.00 WITA, Senin (27/07/2026). Seluruh jajaran berdiri tegak ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya diperdengarkan dan dinyanyikan bersama sebagai bentuk penghormatan sekaligus penguatan semangat kebangsaan di tengah pelaksanaan tugas kelembagaan.

Kegiatan tersebut diikuti Ketua Bawaslu Pohuwato Yolanda Harun, Anggota Bawaslu Pohuwato Munawar, Kepala Sekretariat Bawaslu Pohuwato Rahmat A. Djakaria, para pejabat Struktural, serta seluruh pegawai Bawaslu Pohuwato. Sejenak, aktivitas perkantoran dihentikan dan seluruh jajaran memberikan perhatian penuh terhadap lagu kebangsaan sebagai simbol persatuan dan kecintaan terhadap tanah air.

Bagi Bawaslu Pohuwato, momentum tersebut tidak hanya dimaknai sebagai rutinitas kelembagaan, tetapi juga sebagai pengingat bahwa tugas pengawasan pemilu merupakan bagian dari pengabdian kepada negara. Nilai kebangsaan dan tanggung jawab sebagai aparatur negara diharapkan terus tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Ketua Bawaslu Pohuwato, Yolanda Harun, mengatakan bahwa menyanyikan Indonesia Raya menjadi momentum sederhana untuk kembali mengingat tujuan pengabdian sebagai bagian dari lembaga negara.

“Ketika kita berdiri dan menyanyikan Indonesia Raya, kita kembali diingatkan bahwa pekerjaan yang kita lakukan bukan hanya rutinitas, tetapi bagian dari pengabdian kepada bangsa. Semangat itu harus kita bawa dalam menjalankan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab dan integritas,” ujar Yolanda.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Pohuwato, Munawar, menilai semangat kebangsaan perlu terus dirawat dalam lingkungan kerja, terlebih bagi jajaran yang memiliki tanggung jawab dalam menjaga kualitas demokrasi.

“Semangat kebangsaan harus menjadi bagian dari cara kita bekerja. Menjaga demokrasi pada dasarnya juga merupakan bagian dari menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, momentum seperti ini penting untuk terus kita maknai,” kata Munawar.

Senada, Kepala Sekretariat Bawaslu Pohuwato, Rahmat A. Djakaria, menyampaikan bahwa penghormatan terhadap lagu kebangsaan juga dapat menjadi pengingat untuk menjaga disiplin dan rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

“Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa setiap tugas yang kita laksanakan memiliki hubungan dengan pengabdian kepada negara. Semoga semangat kebangsaan yang kita bangun bersama dapat tercermin dalam kedisiplinan, integritas, dan tanggung jawab kita dalam bekerja,” ungkap Rahmat.

Foto
Bawaslu Kabupaten Pohuwato, saat mendengarkan dan menyayikan lagu Indonesia Raya, Senin (27/07/2026).

Melalui momentum tersebut, Bawaslu Pohuwato terus menanamkan semangat nasionalisme di lingkungan kerja. Berdiri sejenak untuk Indonesia Raya menjadi pengingat bahwa di balik setiap tugas kelembagaan terdapat tanggung jawab yang lebih besar, yakni memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan menjaga demokrasi tetap berjalan dengan baik.