Pemilihan OSIS Jadi Contoh, Yolanda Harun Edukasi Pelajar tentang Demokrasi
|
Marisa - Ketua Bawaslu Kabupaten Pohuwato, Yolanda Harun, mengajak para siswa MA Al-Khairaat Buntulia untuk memahami demokrasi dan menolak praktik politik uang sejak dini.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Apel Pengawasan penguatan pengawasan partisipatif bagi pelajar SMA/SMK/MA Kabupaten Pohuwato, Rabu (13/05/2026).
Dalam penyampaiannya, Yolanda menjelaskan bahwa proses demokrasi dapat dipelajari melalui berbagai hal sederhana di lingkungan sekolah, salah satunya melalui pemilihan OSIS.
“Pemilihan OSIS sebenarnya merupakan miniatur demokrasi di Indonesia. Dari situ kita belajar bagaimana memilih secara jujur, adil, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan tentang lembaga penyelenggara pemilu beserta tugasnya, termasuk peran Bawaslu dalam melakukan pengawasan, pencegahan, hingga penindakan terhadap pelanggaran pemilu.
Menurut Yolanda, salah satu pelanggaran yang harus dihindari dalam pemilihan adalah praktik politik uang (money politic), karena dapat merusak kualitas demokrasi dan melahirkan kepemimpinan yang tidak sehat.
“Jangan pernah membiasakan memilih karena uang atau imbalan tertentu. Demokrasi harus dijaga dengan kejujuran dan kesadaran memilih berdasarkan hati nurani,” tegasnya.
Ia berharap para siswa dapat tumbuh menjadi generasi muda yang kritis, cerdas, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan demokrasi di Indonesia.