Ngabuburit Pengawasan, Umar Abdul Azis Kaitkan Nilai Ramadan dengan Demokrasi
|
Marisa - Kegiatan Ngabuburit Pengawasan yang dilaksanakan oleh Bawaslu Kabupaten Pohuwato pada Selasa (10/03/2026) di Kantor Bawaslu Pohuwato juga diisi dengan tausiyah keagamaan yang disampaikan oleh Umar Abdul Azis.
Dalam ceramahnya, Umar menyampaikan bahwa ibadah puasa di bulan Ramadan merupakan proses pembentukan dan transformasi jiwa manusia untuk menjadi pribadi yang lebih beriman dan bertakwa.
“Puasa adalah proses transformasi jiwa agar menjadi pribadi yang lebih beriman dan bertakwa kepada Allah SWT,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam berdemokrasi, setiap proses membutuhkan fondasi yang kuat agar dapat menghasilkan sistem yang baik.
“Semua membutuhkan proses, termasuk dalam berdemokrasi. Demokrasi harus dibangun di atas pondasi yang kuat, yaitu kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab,” jelasnya.
Menurut Umar, nilai-nilai yang diajarkan dalam bulan Ramadan seperti kejujuran, kesabaran, dan keikhlasan juga memiliki relevansi dengan praktik demokrasi yang sehat.
“Ramadan mengajarkan kita tentang kejujuran dan keikhlasan. Begitu pula dalam berdemokrasi, ketika dijalankan dengan kejujuran dan keikhlasan, maka hasil akhirnya akan melahirkan pribadi yang ikhlas dalam menerima setiap proses,” tutupnya.