Ngabuburit Pengawasan, Fadjri Arsyad Tekankan Penguatan Peran Bawaslu d Masa Non Tahapan
|
Marisa - Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, Moh. Fadjri Arsyad, menjadi narasumber dalam kegiatan Ngabuburit Pengawasan yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Pohuwato pada Selasa (10/03/2026) di Kantor Bawaslu Pohuwato. Dalam kegiatan tersebut, Fadjri mengikuti kegiatan dan menyampaikan materinya secara daring melalui Zoom Meeting.
Dalam pemaparannya, Fadjri menyampaikan materi terkait refleksi pelaksanaan pengawasan Pemilu dan Pemilihan, sekaligus menekankan pentingnya penguatan kelembagaan Bawaslu pada masa non tahapan pemilu.
Menurutnya, meskipun tidak sedang berada pada tahapan pemilu, Bawaslu tetap memiliki tanggung jawab dalam memastikan berbagai proses yang berkaitan dengan kepemiluan tetap berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Fadjri menjelaskan bahwa salah satu tanggung jawab tersebut adalah melakukan pengawasan terhadap Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) agar proses pemutakhiran data pemilih dapat berjalan secara akurat, transparan, dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
Selain itu, Bawaslu juga melaksanakan pengawasan terhadap pencocokan dan penelitian terbatas (coktas) yang dilakukan KPU, serta melakukan uji petik terhadap Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) sebagai bagian dari upaya memastikan validitas dan kualitas data pemilih.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya membangun kerja sama dengan berbagai stakeholder serta mitra Bawaslu guna memperkuat pengawasan partisipatif di masyarakat.
“Pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu semata, tetapi juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kerja sama dengan stakeholder dan mitra strategis sangat penting dalam memperkuat pengawasan partisipatif,” jelas Fadjri.
Melalui berbagai upaya tersebut, diharapkan penguatan kelembagaan Bawaslu pada masa non tahapan dapat terus berjalan secara optimal guna menjaga kualitas demokrasi dan memastikan setiap proses kepemiluan berlangsung sesuai dengan prinsip yang demokratis dan berintegritas.