Ngabuburit Pengawasan Bawaslu Pohuwato Tekankan Nilai Moral dan Etika dalam Demokrasi
|
Marisa - Bawaslu Kabupaten Pohuwato menggelar kegiatan Ngabuburit Pengawasan dalam suasana Ramadan yang sarat makna spiritual dan refleksi kebangsaan. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Bawaslu Provinsi Gorontalo, Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo John Hendri Purba, serta penceramah Muhamad Abdul Hakim AS, S.Ag.
Fokus utama kegiatan ini tidak hanya pada penguatan kapasitas pengawasan, tetapi juga pada penanaman nilai-nilai agama sebagai fondasi dalam menjaga demokrasi. Dalam tausiah yang disampaikannya, Muhamad Abdul Hakim AS, S.Ag. menekankan bahwa demokrasi dan pemilihan umum yang jujur harus dilandasi moral, etika, serta tanggung jawab spiritual.
Menurutnya, pesta demokrasi bukan sekadar proses politik lima tahunan, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan kejujuran dan integritas. Ia mengingatkan bahwa setiap peran, baik sebagai penyelenggara, pengawas, maupun masyarakat, memiliki konsekuensi moral yang akan dipertanggungjawabkan, tidak hanya secara hukum tetapi juga secara agama.
“Nilai kejujuran, keadilan, dan amanah adalah prinsip utama dalam ajaran agama. Jika ini menjadi landasan dalam setiap tahapan pemilihan, maka demokrasi akan berjalan dengan bermartabat,” ujarnya dalam tausiah.
Ia juga menegaskan pentingnya pengawasan yang maksimal dari Bawaslu dalam mengawal pesta demokrasi, mulai dari tahapan awal hingga pemilihan mendatang. Pengawasan yang kuat, menurutnya, merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kemaslahatan bersama agar proses demokrasi tetap berada dalam koridor kebenaran dan etika.
Kegiatan Ngabuburit Pengawasan ini kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan, serta ditutup dengan sholat Maghrib berjamaah. Rangkaian tersebut menjadi simbol bahwa penguatan demokrasi tidak hanya dibangun melalui regulasi, tetapi juga melalui pendekatan spiritual yang menumbuhkan kesadaran moral.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Pohuwato menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang-ruang reflektif yang memadukan nilai agama dan tanggung jawab pengawasan, demi terwujudnya demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.