Lompat ke isi utama

Berita

Ngabuburit Pengawasan Bawaslu Pohuwato Hadirkan John Hendri Purba, Perkuat Literasi dan Integritas Demokrasi

Foto

Bawaslu Kabupaten Pohuwato menggelar kegiatan Ngabuburit Pengawasan bertema “Awasi Pemilu, Jaga Demokrasi” dengan menghadirkan Narasumber John Hendri Purba. pada Rabu (04/03/2026).

Marisa - Bawaslu Kabupaten Pohuwato menggelar kegiatan Ngabuburit Pengawasan bertema “Awasi Pemilu, Jaga Demokrasi” pada Rabu (04/03/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara Luring dan daring melalui Zoom Meeting ini menghadirkan narasumber dari Bawaslu Provinsi Gorontalo, yakni Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, John Hendri Purba.

Ngabuburit pengawasan tersebut menjadi ruang diskusi dan refleksi dalam suasana Ramadan yang dikemas secara edukatif dan partisipatif. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman regulasi kepemiluan serta membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kualitas demokrasi, khususnya menjelang tahapan pemilu dan pemilihan mendatang.

Dalam penyampaian materinya, John Hendri Purba menekankan pentingnya penguatan literasi regulasi sebagai fondasi utama pengawasan. Ia mengapresiasi inisiatif Bawaslu Pohuwato yang menghadirkan forum diskusi di momentum Ramadan. “Saya mengapresiasi kegiatan ngabuburit yang telah dilaksanakan oleh Bawaslu Pohuwato. Ini bukan hanya forum diskusi, tetapi juga ruang membangun kesadaran kolektif dalam mengawal demokrasi,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan spiritual dalam suasana Ramadan memiliki relevansi kuat dengan tugas pengawasan pemilu. Nilai-nilai kejujuran, integritas, dan pengendalian diri dinilai menjadi pondasi penting dalam menghadapi dinamika demokrasi yang sering kali diwarnai kepentingan dan ego sektoral. “Kegiatan spiritual seperti ini bisa membalancing ego, apalagi di bulan suci Ramadan. Nilai-nilai kejujuran dan integritas harus menjadi landasan dalam setiap proses demokrasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, John menyoroti bahwa dinamika pemilu dan pemilihan masih menghadapi tantangan berupa minimnya pemahaman regulasi, baik di kalangan masyarakat maupun penyelenggara. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman hingga sengketa proses apabila tidak diantisipasi sejak dini. “Masih minimnya pemahaman regulasi menjadi tantangan serius. Maka perlu adanya peningkatan pemahaman aturan kepada semua pihak,” jelasnya.

Sebagai langkah konkret, ia mendorong kolaborasi yang lebih intensif antara penyelenggara pemilu dan pemerintah guna memastikan setiap tahapan berjalan sesuai koridor hukum serta memperkuat pengawasan partisipatif. “Kolaborasi antar lembaga penyelenggara dan pemerintah menjadi kunci agar pengawasan berjalan efektif dan demokrasi tetap terjaga,” pungkasnya.

Melalui kegiatan Ngabuburit Pengawasan ini, Bawaslu Pohuwato menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang edukasi publik yang konstruktif, sekaligus memanfaatkan momentum Ramadan sebagai sarana memperkuat nilai-nilai integritas dalam pengawasan demokrasi.