Munawar Sosialisasikan P2P di SLB Pohuwato, Dorong Partisipasi Inklusif dalam Pengawasan Pemilu
|
Marisa - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pohuwato melaksanakan kegiatan koordinasi dan sosialisasi perekrutan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kabupaten Pohuwato, Kamis (23/04/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Anggota Bawaslu Pohuwato, Munawar, didampingi Kepala Sekretariat Rahmat A. Djakaria, serta diikuti oleh jajaran pegawai Bawaslu Pohuwato.
Kunjungan tersebut diterima Kepala Sekolah SLB Negeri Pohuwato, Empi Diange,S.Ag, serta di dampingi Nursaadah, M.Pd. dan Usman,S.Pd, selaku guru di SLB, yang menyambut baik pelaksanaan sosialisasi program P2P di lingkungan SLB.
Dalam penyampaiannya, Munawar menjelaskan bahwa kehadiran Bawaslu Pohuwato di SLB merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu pada program P2P, termasuk dari kalangan penyandang disabilitas.
“Kami datang untuk menyampaikan informasi terkait perekrutan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk di lingkungan SLB, untuk turut berpartisipasi dalam progam P2P tersebut,” ujar Munawar.
Ia menambahkan bahwa pengawasan partisipatif tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dari berbagai latar belakang.
“Melalui program P2P ini, kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa setiap warga negara memiliki peran dalam menjaga integritas Pemilu, termasuk teman-teman dengan kebutuhan khusus,” tambahnya.
Munawar berharap, melalui sosialisasi ini, semakin banyak masyarakat yang terlibat aktif dalam pengawasan Pemilu secara partisipatif dan inklusif.
Sementara itu, pihak sekolah melalui Kepala SLB Negeri Pohuwato, Empi Diange, menyampaikan apresiasi atas kunjungan yang dilakukan oleh Bawaslu Pohuwato.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena memberikan ruang bagi peserta didik dan lingkungan sekolah untuk memahami peran mereka dalam demokrasi, serta membuka kesempatan bagi mereka untuk ikut terlibat,” ujarnya.