Lompat ke isi utama

Berita

Kick Off P2P, Bawaslu Pohuwato Siapkan Generasi Pengawas Demokrasi

Foto

Bawaslu Kabupaten Pohuwato mengikuti kegiatan Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (12/05/2026).

Marisa - Bawaslu Kabupaten Pohuwato mengikuti kegiatan Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (12/05/2026).

Dari Bawaslu Pohuwato, kegiatan tersebut dihadiri secara daring oleh Kepala Subbagian Pengawasan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (P2H), Herlinda Mansur, staf pada divisi P2H, serta seluruh peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Bawaslu Pohuwato yang mengikuti pembelajaran secara mandiri dan terhubung langsung dalam kegiatan daring tersebut.

Kegiatan yang mengusung tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu melalui pendidikan pengawasan partisipatif.

Pelaksanaan Kick Off dibuka langsung oleh Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, yang dalam arahannya menekankan pentingnya pengawasan partisipatif sebagai bagian dari penguatan demokrasi dan pengawasan pemilu yang melibatkan masyarakat secara aktif.

Kasubbag P2H Bawaslu Pohuwato, Herlinda Mansur, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi langkah awal penting dalam membangun pemahaman dan kapasitas peserta P2P di Kabupaten Pohuwato.

“Melalui kegiatan ini, peserta P2P diharapkan mampu memahami pentingnya pengawasan partisipatif serta memiliki kesiapan dalam ikut mengawal seluruh tahapan pemilu dan pemilihan ke depan,” ujarnya.

Ia juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik sehingga mampu menjadi bagian dari pengawasan demokrasi yang aktif, kritis, dan berintegritas di tengah masyarakat.

Dengan mengikuti kegiatan tersebut, Bawaslu Pohuwato berharap program Pendidikan Pengawas Partisipatif dapat berjalan optimal dan mampu melahirkan pengawas partisipatif yang memiliki kepedulian terhadap demokrasi serta mampu ikut menjaga kualitas pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat pada tahun 2029.