Ketua Bawaslu Pohuwato Yolanda Harun Pimpin Apel Perdana Tahun 2026
|
Pohuwato – Ketua Bawaslu Kabupaten Pohuwato, Yolanda Harun, memimpin langsung apel perdana Tahun 2026 yang digelar di Halaman Kantor Bawaslu Kabupaten Pohuwato, Senin (05/01/2026). Apel tersebut menjadi momentum awal penguatan komitmen jajaran Bawaslu dalam menjalankan tugas pengawasan kepemiluan di tahun yang penuh tantangan.
Dalam arahannya, Yolanda Harun menegaskan bahwa Tahun 2026 tetap menjadi tahun kerja strategis bagi Bawaslu Pohuwato, meskipun dihadapkan pada keterbatasan dukungan anggaran. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengendurkan semangat pengawasan dan pelayanan demokrasi. “Agenda pengawasan di Tahun 2026 tetap harus dilaksanakan secara maksimal sebagai bentuk tanggung jawab konstitusional Bawaslu,” tegas Yolanda.
Ia memaparkan sejumlah agenda utama pengawasan yang akan menjadi fokus Bawaslu Pohuwato sepanjang Tahun 2026, di antaranya Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) sebagai upaya memastikan hak pilih warga tetap terjaga, Pengawasan Pemutakhiran Data Partai Politik, serta Pengawasan Partisipatif dan Pendidikan Politik kepada masyarakat.
Yolanda menekankan bahwa pengawasan partisipatif dan pendidikan politik memiliki peran penting dalam membangun kesadaran demokrasi publik, khususnya dalam mendorong keterlibatan masyarakat sebagai subjek pengawasan pemilu. “Walaupun tanpa dukungan anggaran, kita tetap dituntut untuk hadir di tengah masyarakat, menjaga integritas data pemilih, serta memastikan proses demokrasi berjalan sesuai dengan prinsip jujur dan adil,” ujarnya.
Apel perdana tersebut diikuti oleh Kepala Sekretariat dan Pegawai sekretariat Bawaslu Kabupaten Pohuwato. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat, mencerminkan komitmen bersama untuk terus menjaga marwah pengawasan pemilu dan pemilihan di Kabupaten Pohuwato.
Dengan semangat kebersamaan dan integritas, Bawaslu Pohuwato meneguhkan tekad untuk tetap menjalankan fungsi pengawasan secara profesional, meskipun di tengah keterbatasan, demi terwujudnya demokrasi yang berintegritas dan berkeadilan.