Ketidaksesuaian PDPB Jadi Alarm, Yolanda Awasi Ketat Coktas yang dilakukan KPU
|
Marisa,- Ketua Bawaslu Pohuwato, Yolanda Harun, memastikan bahwa pelaksanaan Pencocokan dan Penelitian terbatas (Coktas) yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Pohuwato berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pengawasan ini difokuskan pada upaya menjamin akurasi, kemutakhiran, dan keabsahan data pemilih berkelanjutan, sehingga tidak terdapat data ganda maupun data fiktif.
Dalam keterangannya, Yolanda mengungkapkan adanya temuan di lapangan terkait ketidaksesuaian PDPB, khususnya menyangkut alamat domisili serta data warga yang telah meninggal dunia. Temuan tersebut diperoleh setelah dilakukan konfirmasi langsung bersama pemerintah desa di wilayah Kecamatan Lemito.
“Dari hasil pengawasan, terdapat masyarakat yang telah meninggal dunia namun data alamatnya tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan,” ungkap Yolanda.
Ia menjelaskan, kasus tersebut ditemukan di Desa Lemito Utara, di mana terdapat dua warga yang tercatat telah meninggal dunia dengan alamat di desa tersebut. Namun berdasarkan klarifikasi dari pemerintah desa, kedua warga tersebut sebenarnya merupakan masyarakat Desa Lomuli.
“Hal ini menunjukkan pentingnya proses Coktas untuk memastikan data pemilih benar-benar akurat dan sesuai fakta di lapangan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yolanda menuturkan bahwa kegiatan Coktas dilaksanakan di beberapa desa, yakni Desa Babalonge, Desa Kenari, Desa Lemito, dan Desa Lemito Utara.
Bawaslu Pohuwato, lanjutnya, akan terus mengawal proses pemutakhiran data pemilih berkalanjutan agar berjalan sesuai aturan, serta memastikan setiap warga yang memenuhi syarat tetap terdaftar secara valid dalam daftar pemilih.