Lompat ke isi utama

Berita

Kasek; Siapkan SDM hadapi potensi Sengketa sejak dini

Foto

Bawaslu Kabupaten Pohuwato saat menggelar simulasi sidang sengketa proses Pemilu, Rabu (22/04/2026).

Marisa – Dalam upaya meningkatkan kapasitas kelembagaan, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pohuwato menggelar simulasi sidang sengketa proses Pemilu, Rabu (22/04/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran sekretariat sebagai bagian dari penguatan kesiapan menghadapi potensi sengketa pada tahapan pemilu mendatang.

Simulasi tersebut dirancang tidak hanya untuk melatih aspek teknis persidangan, tetapi juga untuk memastikan kesiapan administrasi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan sekretariat Bawaslu Pohuwato.

Kepala Sekretariat Bawaslu Pohuwato, Rahmat A. Djakaria, menegaskan bahwa peran sekretariat sangat vital dalam mendukung kelancaran seluruh tahapan persidangan sengketa.

“Simulasi ini menjadi sarana pembelajaran bagi jajaran sekretariat untuk memahami peran dan fungsi masing-masing, terutama dalam mendukung kelancaran administrasi persidangan,” ujar Rahmat.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun kepercayaan diri pegawai dalam menjalankan tugasnya secara profesional.

“Tidak hanya itu, ini juga menjadi pembelajaran bagi pegawai agar lebih percaya diri dalam menjalankan peran mereka saat menghadapi proses persidangan yang sesungguhnya,” lanjutnya.

Menurut Rahmat, meskipun pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan masih relatif lama, kesiapan SDM harus dipersiapkan sejak dini guna mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.

“Bawaslu tidak menutup kemungkinan akan dihadapkan pada berbagai potensi sengketa, sehingga kesiapan tidak hanya dari sisi substansi, tetapi juga dari sisi teknis dan SDM menjadi sangat penting,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan koordinasi serta profesionalisme seluruh pegawai dalam mendukung tugas-tugas penyelesaian sengketa di Bawaslu Pohuwato.

“Melalui simulasi ini, kami berharap seluruh jajaran dapat semakin solid, terkoordinasi, dan profesional dalam menjalankan tugas ke depan,” pungkas Rahmat.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan evaluasi pada setiap tahapan simulasi, sebagai langkah perbaikan berkelanjutan guna memastikan pelaksanaan tugas yang lebih optimal di masa mendatang.