Generasi Z Didorong Berperan dalam Pengawasan Pemilu Melalui Bawaslu Goes to School
|
Marisa – Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pohuwato, Rahmat A. Djakaria, menegaskan bahwa pengawasan Pemilu dan Pemilihan Kepala Daerah tidak bisa hanya dilakukan oleh Bawaslu semata. Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan edukasi dalam kegiatan Bawaslu Goes to School di SMA Negeri 1 Buntulia, Rabu (17/09/2025).
Menurut Rahmat, partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, sangat diperlukan untuk memastikan terselenggaranya pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. “Pemilu bukan hanya tanggung jawab penyelenggara. Keterlibatan masyarakat, termasuk generasi Z, adalah kunci dalam menjaga kualitas demokrasi,” ujarnya.
Kegiatan Bawaslu Goes to School ini dirancang sebagai wadah pendidikan pengawasan partisipatif bagi siswa-siswi SMA/SMK/MA. Melalui program ini, Bawaslu ingin menanamkan kesadaran sejak dini bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah demokrasi Indonesia. “Kami ingin adik-adik di sekolah memahami bahwa suara dan pengawasan kalian sangat berharga untuk masa depan bangsa,” jelas Rahmat.
Ia menambahkan, keterlibatan generasi Z dalam pengawasan akan memberikan warna baru pada proses demokrasi. “Generasi muda dikenal kritis dan aktif di ruang digital. Ini bisa menjadi kekuatan besar dalam mengawasi potensi pelanggaran, baik secara langsung maupun melalui media sosial,” tutur Rahmat.
Selain itu, Rahmat juga mengingatkan bahwa pengawasan partisipatif bukan sekadar tugas formal, melainkan panggilan moral sebagai warga negara. “Jika sejak muda kita terbiasa peduli pada proses demokrasi, maka di masa depan kita akan menjadi generasi yang mampu menjaga integritas bangsa,” pungkasnya.
Penulis & Foto : R.T
Editor : Radja