Di Hadapan 152 Maba Unipo, Yolanda Harun Dorong Partisipasi Kawal Demokrasi
|
Marisa - Ketua Bawaslu Kabupaten Pohuwato Yolanda Harun mengajak 152 mahasiswa baru Universitas Pohuwato (Unipo) mengambil peran dalam mengawal demokrasi melalui pengawasan partisipatif. Pesan tersebut disampaikan saat Yolanda memberikan materi pengawasan partisipatif: edukasi regulasi dan jenis pelanggaran Pemilu dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Ichsan Convention Center Pohuwato, Sabtu (29/08/2026).
Kegiatan tersebut diikuti civitas akademika Unipo, khususnya 152 mahasiswa baru yang menjadi bagian dari kelompok pemilih muda. Selain Yolanda, Anggota KPU Pohuwato Iwan Dolongseda turut hadir sebagai pemateri untuk memberikan perspektif kepemiluan kepada para mahasiswa.
Dalam pemaparannya, Yolanda menjelaskan tiga pilar utama tugas Bawaslu, yakni pencegahan, pengawasan dan penindakan. Ketiga fungsi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh tahapan Pemilu berlangsung sesuai regulasi dan prinsip demokrasi.
Pada aspek pencegahan, Bawaslu melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk membangun pemahaman mengenai tahapan Pemilu serta berbagai tindakan yang dilarang. Sementara pada aspek pengawasan, Bawaslu memastikan tahapan Pemilu berjalan sesuai ketentuan, termasuk melakukan pengawasan terhadap Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB).
Yolanda juga menjelaskan fungsi penindakan terhadap dugaan pelanggaran Pemilu, termasuk politik uang. Dalam prosesnya, Bawaslu berkolaborasi dengan Kepolisian dan Kejaksaan melalui Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Menurut Yolanda, pengawasan Pemilu tidak dapat hanya mengandalkan jajaran Bawaslu. Keterlibatan masyarakat dibutuhkan untuk memperluas jangkauan pengawasan sekaligus membangun kesadaran bersama dalam menjaga kualitas demokrasi.
"Pengawasan partisipatif kita bangun agar masyarakat dapat ikut terlibat dalam mengawasi Pemilu. Ketika menemukan dugaan pelanggaran, masyarakat dapat menyampaikannya kepada Bawaslu sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Yolanda.
Ia menilai mahasiswa memiliki posisi strategis dalam pengawasan partisipatif karena memiliki karakter kritis, aktif dan memiliki kemampuan untuk mengakses serta menyebarkan informasi. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menjadi bagian dari masyarakat yang ikut menjaga ruang demokrasi.
"Mahasiswa memiliki posisi yang sangat strategis. Kalian kritis, aktif dan memiliki semangat untuk mencari tahu. Karena itu, jadilah bagian dari pengawasan partisipatif dan ikut menjaga demokrasi di lingkungan masing-masing,” katanya.
Yolanda juga mengajak mahasiswa baru menjadi pemilih cerdas, terutama dengan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta memahami regulasi dan berbagai bentuk pelanggaran Pemilu. Menurutnya, menjadi pemilih tidak hanya sebatas memberikan suara, tetapi juga memahami dan menjaga proses demokrasi.
"Menjadi pemilih cerdas bukan hanya datang ke TPS dan memberikan suara. Pemilih cerdas harus mampu menyaring informasi, memahami pilihan dan ikut menjaga proses demokrasi. Jadilah mahasiswa yang tidak hanya memilih, tetapi juga mampu menginspirasi orang lain untuk menjaga demokrasi,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yolanda turut memperkenalkan pengawasan partisipatif yang dikembangkan Bawaslu melalui berbagai komunitas, termasuk Kampung Pengawasan yang melibatkan nelayan, petani, organisasi kepemudaan hingga mahasiswa.
Ia berharap edukasi kepemiluan di lingkungan kampus dapat menjadi langkah awal untuk membangun generasi muda yang memiliki kesadaran demokrasi dan mampu berperan aktif dalam mengawal proses Pemilu. Menurutnya, pengalaman pelaksanaan Pemilu dan Pilkada sebelumnya di Kabupaten Pohuwato yang berjalan baik perlu terus dipertahankan melalui keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa sebagai kelompok pemilih muda.
Penulis dan Foto : Y.H dan K.Y
Editor : T.R