Bawaslu Pohuwato Ikuti Rapat Pemanfaatan BMN yang Digelar Bawaslu RI
|
Marisa – Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pohuwato, Rahmat A. Djakaria, bersama Pengelola BMN Fitri Azis mengikuti Rapat Rencana Pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) yang diselenggarakan Bawaslu Republik Indonesia melalui zoom meeting, Jumat (15/08/2025). Rapat ini menjadi bagian dari upaya strategis Bawaslu RI dalam meningkatkan tata kelola aset negara di seluruh satuan kerja, baik pusat maupun daerah.
Rapat dibuka oleh Kepala Biro Keuangan dan BMN Bawaslu RI, Pekerti Luhur, yang menekankan pentingnya konsistensi dalam pengelolaan aset negara. Ia menyampaikan bahwa optimalisasi pemanfaatan BMN tidak hanya menyangkut aspek administrasi, tetapi juga efektivitas penggunaan aset dalam mendukung kinerja kelembagaan. “Kami mendorong agar setiap satuan kerja Bawaslu dapat menyusun rencana pemanfaatan BMN dengan baik, sesuai dengan kebutuhan jangka menengah dan aturan dari Kementerian Keuangan maupun BPKP,” ujar Pekerti.
Selain itu, rapat juga membahas evaluasi pemanfaatan BMN pada tahun berjalan, termasuk penyesuaian kebijakan terkait pengelolaan aset negara. Pekerti menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas harus menjadi dasar dalam setiap proses pengelolaan BMN. “Aset negara adalah milik rakyat, sehingga harus digunakan secara optimal dan dipertanggungjawabkan sesuai regulasi,” tambahnya.
Kepala Sekretariat Bawaslu Pohuwato, Rahmat A. Djakaria, menegaskan pihaknya siap menindaklanjuti arahan yang disampaikan dalam rapat tersebut. “Kami akan melakukan update data BMN yang ada di lingkungan Bawaslu Pohuwato, baik yang dalam kondisi baik maupun yang sudah rusak, untuk memastikan keakuratan data aset,” ungkap Rahmat.
Rahmat juga menambahkan bahwa pembaruan data ini akan menjadi langkah awal sebelum dilakukan perencanaan pemanfaatan lebih lanjut. “Data yang valid menjadi dasar dalam mengambil keputusan terkait pemanfaatan maupun penghapusan aset. Dengan demikian, kami berharap pengelolaan BMN di Pohuwato bisa semakin tertib dan terukur,” jelasnya.
Sementara itu, Pengelola BMN Bawaslu Pohuwato, Fitri Azis, menilai rapat ini memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai arah kebijakan pengelolaan BMN. “Bagi kami, rapat ini sangat penting karena menjadi acuan dalam menyusun rencana pengelolaan aset di daerah. Kami akan memastikan setiap aset yang ada dapat digunakan secara maksimal untuk mendukung kerja-kerja pengawasan,” tutur Fitri.
Dengan adanya rapat ini, Bawaslu Pohuwato berkomitmen memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan BMN, sejalan dengan kebijakan Bawaslu RI dalam menjaga integritas kelembagaan.
Penulis : Radja
Editor : T.R