Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Pohuwato Fasilitasi Edukasi Disabilitas, Ketua Bawaslu Provinsi Tekankan Akses Hak Pilih

Foto

Bawaslu Kabupaten Pohuwato melaksanakan kegiatan fasilitasi penguatan pemahaman kepemiluan bagi penyandang disabilitas di SLB Negeri Kabupaten Pohuwato, Rabu (29/04/2026), yang dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo, Idris Usuli, sekaligus memberikan penyampaian dalam kegiatan tersebut.

Marisa - Bawaslu Kabupaten Pohuwato melaksanakan kegiatan fasilitasi penguatan pemahaman kepemiluan bagi penyandang disabilitas di SLB Negeri Kabupaten Pohuwato, Rabu (29/04/2026), yang dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo, Idris Usuli, sekaligus memberikan penyampaian dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu dalam meningkatkan kesadaran serta partisipasi pemilih, khususnya di kalangan pemilih pemula penyandang disabilitas, agar dapat terlibat secara aktif dalam proses demokrasi.

Dalam penyampaiannya, Idris Usuli menegaskan pentingnya pemenuhan hak konstitusional bagi penyandang disabilitas.

“Dalam rangka memastikan pemenuhan hak konstitusional secara inklusif, siswa penyandang disabilitas perlu mendapatkan perhatian yang lebih optimal, khususnya sebagai pemilih pemula yang telah berusia 17 tahun,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa salah satu aspek krusial yang perlu menjadi perhatian adalah perekaman data kependudukan sebagai syarat utama untuk dapat masuk dalam daftar pemilih.

“Tanpa data administrasi kependudukan yang valid, potensi kehilangan hak pilih bagi penyandang disabilitas akan semakin besar. Oleh karena itu, hal ini perlu menjadi perhatian bersama,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif pihak sekolah dalam mendukung proses tersebut melalui koordinasi dengan instansi terkait.

“Pihak sekolah diharapkan dapat berperan aktif dalam memfasilitasi proses perekaman data kependudukan melalui koordinasi yang intensif dan berkelanjutan dengan dinas terkait, sehingga seluruh siswa yang telah memenuhi syarat dapat terlayani dengan baik tanpa hambatan,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Pohuwato berharap dapat memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan penyelenggara pemilu dalam menjamin aksesibilitas serta kesetaraan hak politik bagi penyandang disabilitas, sehingga pelaksanaan pemilu ke depan semakin inklusif dan berkeadilan.