Bawaslu dan KPU Pohuwato Perkuat Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan
|
Marisa – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pohuwato menerima kunjungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pohuwato dalam rangka koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), Jumat (13/02/2026). Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Bawaslu Pohuwato dan menjadi bagian dari upaya menjaga akurasi data pemilih di luar tahapan Pemilu.
Kunjungan ini dipimpin langsung Ketua KPU Pohuwato Iskandar Ibrahim, didampingi Usman Dunda, Toyibin, serta jajaran pegawai KPU Pohuwato. Agenda utama pertemuan membahas perkembangan terbaru serta mekanisme pelaksanaan PDPB sebagai program nasional yang terus berjalan secara berkelanjutan.
Ketua Bawaslu Pohuwato, Yolanda Harun, menegaskan pentingnya koordinasi antarlembaga dalam memastikan kualitas data pemilih tetap terjaga. Menurutnya, sinergi antara Bawaslu dan KPU menjadi kunci dalam menciptakan data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami menyambut baik kunjungan KPU Pohuwato sebagai bentuk penguatan koordinasi antarlembaga. PDPB adalah proses yang berkelanjutan dan membutuhkan keterbukaan informasi serta komunikasi yang intens agar data pemilih tetap terjaga kualitasnya,” ujar Yolanda.
Ia juga menambahkan bahwa pengawasan terhadap proses pemutakhiran data pemilih harus dilakukan secara melekat dan berkesinambungan. Hal ini penting untuk meminimalisir potensi kesalahan data serta memastikan hak pilih masyarakat terlindungi.
“Bawaslu memiliki peran strategis dalam melakukan pengawasan terhadap setiap tahapan, termasuk program non-tahapan seperti PDPB. Kami memastikan proses ini berjalan sesuai ketentuan dan prinsip akuntabilitas,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua KPU Pohuwato Iskandar Ibrahim menyampaikan bahwa pihaknya terus berkomitmen melakukan pemutakhiran data pemilih secara berkala dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Bawaslu dan masyarakat.
“Koordinasi ini penting untuk menyamakan persepsi serta memastikan setiap proses PDPB berjalan optimal. Kami terbuka terhadap masukan dan pengawasan demi meningkatkan kualitas data pemilih,” jelas Iskandar.
Melalui pertemuan ini, kedua lembaga berharap terjalin sinergi yang semakin kuat dalam menjaga integritas data pemilih, sehingga pelaksanaan Pemilu ke depan dapat berjalan lebih baik, transparan, dan demokratis.