Yolanda Harun: Konsolidasi Demokrasi Menjadi Ruang Merumuskan Perbaikan Sistem Kepemiluan
|
Marisa - Ketua Bawaslu Kabupaten Pohuwato, Yolanda Harun, menegaskan bahwa pelaksanaan Konsolidasi Demokrasi tidak hanya menjadi forum silaturahmi kelembagaan, tetapi juga ruang strategis untuk menghimpun berbagai gagasan dan aspirasi sebagai bahan evaluasi terhadap penyelenggaraan pemilu dan pemilihan sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan Yolanda Harun pada kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pohuwato di Kecamatan Buntulia, Selasa (21/07/2026).
Menurut Yolanda, dinamika penyelenggaraan pemilu dan pemilihan selalu menghadirkan berbagai pengalaman yang menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak. Oleh karena itu, Bawaslu memandang perlu membangun ruang diskusi bersama partai politik guna menyerap berbagai pandangan, kritik, maupun masukan konstruktif yang nantinya dapat menjadi bagian dari rekomendasi penyempurnaan sistem kepemiluan ke depan.
"Konsolidasi Demokrasi ini bukan sekadar agenda koordinasi, tetapi menjadi ruang untuk menghimpun berbagai aspirasi dari para pemangku kepentingan. Pengalaman selama penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan tentu menghadirkan banyak catatan yang perlu kita evaluasi bersama agar dapat menjadi rekomendasi dalam penyempurnaan regulasi dan sistem demokrasi pada masa yang akan datang," ujar Yolanda.
Ia menjelaskan bahwa berbagai masukan yang diperoleh dari partai politik memiliki nilai strategis karena berasal dari pihak yang terlibat langsung dalam seluruh tahapan pemilu dan pemilihan. Oleh sebab itu, setiap aspirasi akan menjadi bahan kajian Bawaslu sebagai bagian dari upaya menghadirkan tata kelola demokrasi yang semakin adaptif terhadap perkembangan dan kebutuhan masyarakat.
Lebih lanjut, Yolanda berharap forum-forum Konsolidasi Demokrasi dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga komunikasi antara penyelenggara pemilu dan seluruh pemangku kepentingan tetap terjalin dengan baik, tidak hanya menjelang tahapan pemilu, tetapi juga pada masa non-tahapan.
"Demokrasi yang baik dibangun melalui komunikasi yang terbuka dan kemauan untuk saling mendengar. Ketika seluruh pemangku kepentingan dapat menyampaikan pandangannya secara konstruktif, maka kita memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menghadirkan sistem demokrasi yang semakin kuat, inklusif, dan dipercaya masyarakat," tegas Yolanda.
Melalui Konsolidasi Demokrasi tersebut, Bawaslu Pohuwato kembali menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang partisipasi seluruh elemen masyarakat sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat kualitas demokrasi serta mendorong lahirnya kebijakan kepemiluan yang semakin baik di masa mendatang.