Lompat ke isi utama

Berita

Rahmat A. Djakaria Tekankan Perubahan Mindset Aparatur dalam Pelaksanaan Reformasi Birokrasi

Foto

Kasek Bawaslu Pohuwato, Rahmat A. Djakaria, saat menegaskan pentingnya pelaksanaan reformasi birokrasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola kelembagaan yang lebih efektif, adaptif, dan berorientasi pada kinerja. Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat internal terkait pelaksanaan Program Reformasi Birokrasi yang berlangsung pada Selasa (26/05/2026)

Marisa - Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pohuwato, Rahmat A. Djakaria, menegaskan pentingnya pelaksanaan reformasi birokrasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola kelembagaan yang lebih efektif, adaptif, dan berorientasi pada kinerja. Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat internal terkait pelaksanaan Program Reformasi Birokrasi yang berlangsung pada Selasa (26/05/2026) di ruang rapat Bawaslu Kabupaten Pohuwato dan dihadiri jajaran sekretariat.

Dalam arahannya, Rahmat menekankan bahwa reformasi birokrasi tidak hanya berfokus pada aspek administrasi dan pemenuhan indikator kelembagaan, tetapi juga menuntut perubahan mendasar pada pola pikir serta budaya kerja aparatur. Menurutnya, aparatur harus mampu membangun inisiatif dan responsivitas dalam menjalankan tugas tanpa bergantung sepenuhnya pada instruksi atasan.

“Reformasi birokrasi harus dimulai dari perubahan pola pikir dan budaya kerja. Aparatur dituntut lebih peka terhadap tugas dan tanggung jawabnya, sehingga pelaksanaan pekerjaan tidak selalu menunggu perintah dari atasan,” ujar Rahmat dalam rapat tersebut.

Ia menjelaskan, penguatan aspek manajemen perubahan menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung terciptanya birokrasi yang profesional dan berintegritas. Melalui pendekatan tersebut, setiap unsur dalam organisasi diharapkan mampu menyesuaikan diri terhadap dinamika kerja serta meningkatkan kualitas pelayanan dan tata kelola internal.

Selain itu, Rahmat juga menyoroti pentingnya memperkuat sistem pengendalian dan pengawasan internal sebagai langkah untuk memastikan capaian kinerja yang terukur dan akuntabel. Menurutnya, mekanisme kontrol internal yang berjalan efektif akan membantu organisasi dalam menjaga kualitas pelaksanaan program dan target kelembagaan.

“Penguatan sistem kontrol internal menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh proses kerja berjalan sesuai standar, memiliki ukuran capaian yang jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Melalui rapat internal tersebut, Bawaslu Kabupaten Pohuwato menegaskan komitmennya untuk terus mendorong implementasi Program Reformasi Birokrasi secara berkelanjutan sebagai upaya memperkuat kapasitas kelembagaan dan meningkatkan kualitas kinerja organisasi.