Lompat ke isi utama

Berita

Rahmat Djakaria: Pemetaan Sikap Jadi Fondasi Membangun Pemimpin Pengawas yang Berintegritas

Foto

Kasek Bawaslu Kabupaten Pohuwato, Rahmat A. Djakaria, saat menghadiri kegiatan Pemetaan Sikap dan Perilaku PPKP Bawaslu Gelombang II Tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring oleh Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan (Puslitbangdiklat) Bawaslu, Senin (20/07/2026).

Marisa - Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pohuwato, Rahmat A. Djakaria, menghadiri kegiatan Pemetaan Sikap dan Perilaku Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Bawaslu Gelombang II Tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring oleh Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan (Puslitbangdiklat) Bawaslu, Senin (20/07/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Bawaslu Tahun 2026 yang dilaksanakan bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Rahmat mengikuti kegiatan tersebut sebagai mentor bagi peserta PKP dari Bawaslu Kabupaten Pohuwato, Asni Saipi, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Subbagian Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa. Pemetaan sikap dan perilaku menjadi tahapan awal untuk mengidentifikasi karakter kepemimpinan, kompetensi, serta potensi pengembangan peserta sebelum memasuki proses pembelajaran dan penyusunan proyek perubahan.

Menurut Rahmat, peran mentor tidak hanya memberikan pendampingan administratif, tetapi juga memastikan peserta mampu mengembangkan kapasitas kepemimpinan yang berdampak pada peningkatan kualitas tata kelola organisasi.

“Pelatihan Kepemimpinan Pengawas merupakan sarana untuk membentuk pemimpin yang adaptif, inovatif, dan berintegritas. Sebagai mentor, saya akan mendampingi peserta agar mampu mengaktualisasikan kompetensi kepemimpinan melalui proyek perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi organisasi,” ujar Rahmat.

Ia menambahkan, tahapan pemetaan sikap dan perilaku menjadi fondasi penting dalam menyusun strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta. Hasil pemetaan tersebut diharapkan dapat membantu peserta mengenali kekuatan, potensi, serta aspek yang perlu ditingkatkan selama mengikuti rangkaian PKP.

“Pemetaan ini bukan sekadar proses penilaian, tetapi menjadi dasar untuk mengembangkan potensi kepemimpinan peserta secara terarah. Dengan demikian, proyek perubahan yang dihasilkan nantinya dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja dan pelayanan Bawaslu kepada masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Asni Saipi menyampaikan komitmennya untuk mengikuti seluruh tahapan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas dengan sungguh-sungguh serta memanfaatkan pendampingan mentor sebagai bekal dalam mengembangkan inovasi di lingkungan kerja.

“Saya berharap melalui PKP ini dapat meningkatkan kompetensi kepemimpinan, memperkuat kemampuan manajerial, dan menghasilkan proyek perubahan yang relevan dengan kebutuhan organisasi, sehingga dapat mendukung penguatan kelembagaan Bawaslu Kabupaten Pohuwato,” ungkap Asni.

Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Bawaslu Gelombang II Tahun 2026 merupakan bagian dari upaya pengembangan kompetensi aparatur Bawaslu melalui penguatan kapasitas kepemimpinan. Dengan kolaborasi antara Bawaslu dan Lembaga Administrasi Negara (LAN), pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin pengawas yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik serta penguatan kelembagaan Bawaslu.

Foto
Kasek Bawaslu Kabupaten Pohuwato, Rahmat A. Djakaria, saat menghadiri kegiatan Pemetaan Sikap dan Perilaku PPKP Bawaslu Gelombang II Tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring oleh Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan (Puslitbangdiklat) Bawaslu, Senin (20/07/2026).