Perkuat Basis Data Pemilih, Bawaslu dan KPU Pohuwato Koordinasi dengan BPS
|
Marisa - Dalam rangka mendukung akurasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pohuwato bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pohuwato melakukan koordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pohuwato. Rabu (24/06/2026).
Koordinasi tersebut dilakukan sebagai langkah penguatan pencermatan data serta membangun keselarasan informasi antarinstansi, khususnya dalam mendukung ketersediaan data yang berkaitan dengan pemutakhiran data pemilih.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Bawaslu Pohuwato, Yolanda Harun, bersama staf teknis Bawaslu Pohuwato. Sementara dari KPU Pohuwato hadir Ketua KPU Pohuwato bersama Anggota KPU Pohuwato, Usman Dunda, serta jajaran pegawai KPU Pohuwato.
Ketua Bawaslu Pohuwato, Yolanda Harun, menyampaikan bahwa koordinasi bersama BPS menjadi bagian penting dalam memperkuat dukungan informasi terhadap proses pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB).
Menurut Yolanda, akurasi data pemilih tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak yang memiliki keterkaitan dengan data kependudukan.
“Data yang akurat merupakan salah satu fondasi penting dalam memastikan hak pilih masyarakat terlindungi. Karena itu, kolaborasi antarinstansi diperlukan agar setiap data dapat dilakukan pencermatan secara maksimal,” ujar Yolanda dalam penyampaian singkat kepada Humas Bawaslu Pohuwato di sela-sela berahirnya kegiatan koordinasi bersama BPS.
Ia menambahkan, melalui koordinasi tersebut diharapkan terbangun komunikasi yang baik antara Bawaslu, KPU, dan instansi terkait sehingga proses pemutakhiran data pemilih dapat berjalan secara transparan, valid, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Bawaslu Pohuwato berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus dilanjutkan sebagai bagian dari upaya bersama dalam menghadirkan data pemilih yang berkualitas untuk mendukung penyelenggaraan pemilu yang demokratis.