Munawar: Konsolidasi Demokrasi Perkuat Peran Desa dalam Menangkal Hoaks, Politik Uang, dan Menjaga Data Pemilih
|
Marisa - Anggota Bawaslu Pohuwato, Munawar, menegaskan bahwa konsolidasi demokrasi yang dilaksanakan di Desa Buntulia Utara, Buntulia Tengah, dan Supatana menjadi langkah penting dalam memperkuat peran pemerintah desa dalam menjaga kualitas demokrasi di tingkat lokal.
Kegiatan yang dipimpin Ketua Bawaslu Pohuwato, Yolanda Harun, tersebut dihadiri langsung kepala desa, sekretaris desa, serta aparat desa di masing-masing wilayah di Kecamatan Buntulia. Senin (08/06/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bawaslu Pohuwato menyoroti sejumlah isu krusial dalam penyelenggaraan pemilu, seperti netralitas kepala desa dan aparat desa, netralitas ASN, penyebaran hoaks, isu SARA, black campaign, serta praktik politik uang yang dapat merusak integritas demokrasi.
Munawar menekankan bahwa desa memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas informasi dan mencegah berkembangnya isu-isu yang dapat memecah belah masyarakat.
“Pemerintah desa memiliki posisi strategis dalam menjaga ruang sosial masyarakat tetap sehat dari pengaruh hoaks, isu SARA, maupun praktik politik uang. Karena itu, keterlibatan aktif sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah desa diharapkan dapat berperan dalam menjaga dan mendukung akurasi data pemilih sebagai basis utama dalam penyelenggaraan pemilu yang berkualitas.
Selain itu, Munawar mendorong pemerintah desa untuk menjadi bagian dari pemilih partisipatif yang ikut mengawal proses demokrasi, tidak hanya sebagai penyelenggara pemerintahan di tingkat lokal, tetapi juga sebagai penguat kesadaran demokrasi di masyarakat.
“Demokrasi yang sehat lahir dari partisipasi semua pihak, termasuk pemerintah desa yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Bawaslu dan pemerintah desa dalam menciptakan pemilu yang berintegritas, damai, dan bermartabat.