Idris Usuli Perdana di Podcast MALEO, Kupas Tuntas Pengawasan Demokrasi di Daerah
|
Marisa – Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo, Idris Usuli, untuk pertama kalinya hadir sebagai narasumber dalam Podcast MALEO (Media Literasi dan Edukasi Pemilu Online) yang digelar di Kantor Bawaslu Kabupaten Pohuwato. Kegiatan ini membahas tema “Mengawal Demokrasi: Pengawasan Pemilu di Daerah pada Tahapan Pemilu dan Pemilihan,” dengan tujuan memperkuat peran publik dalam pengawasan pemilu.
Dipandu oleh host Indrawaty Saleh, diskusi menyoroti pentingnya pengawasan partisipatif sebagai bagian dari upaya menjaga integritas demokrasi. Idris menegaskan bahwa pengawasan tidak dapat berjalan optimal tanpa keterlibatan aktif masyarakat di berbagai lapisan.
“Upaya yang kami lakukan adalah memberikan edukasi kepada seluruh elemen masyarakat agar memiliki kesadaran dan keberanian dalam ikut mengawasi jalannya demokrasi,” ujar Idris dalam podcast tersebut.
Ia menjelaskan, edukasi kepemiluan menjadi strategi utama Bawaslu untuk mendorong lahirnya pengawasan partisipatif yang kuat. Sasaran edukasi ini mencakup pelajar, mahasiswa, hingga komunitas masyarakat luas agar memahami peran dan tanggung jawab dalam proses demokrasi.
“Keberhasilan pengawasan tidak hanya bergantung pada lembaga, tetapi juga pada keterlibatan publik yang sadar akan pentingnya menjaga proses demokrasi yang jujur dan adil,” tambahnya.
Namun demikian, Idris juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi jajaran pengawas di lapangan, khususnya pada tingkat Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS). Keterbatasan jumlah personel menjadi kendala utama dalam menjalankan tugas pengawasan secara maksimal.
“Jika dibandingkan dengan KPU, di tingkat TPS jumlah KPPS itu tujuh orang, sementara PTPS hanya satu orang. Padahal tugas PTPS bukan hanya mengawasi peserta pemilu, tetapi juga mengawasi penyelenggara seperti KPPS saat proses pemungutan suara berlangsung,” jelasnya.
Kondisi tersebut, menurut Idris, menuntut pengawas untuk bekerja lebih teliti, profesional, dan berintegritas tinggi dalam memastikan setiap tahapan pemilu berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pada sesi penutup, Indrawaty meminta Idris menyampaikan pesan kepada pemirsa, khususnya generasi milenial dan Gen Z. Menanggapi hal itu, Idris mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton dalam demokrasi, tetapi turut berperan aktif melalui pengawasan partisipatif.
“Saya berharap generasi milenial dan Gen Z bisa berpartisipasi aktif dalam pengawasan. Tidak harus menjadi penyelenggara, bisa melalui relawan atau pengawas partisipatif. Bahkan pada masa non-tahapan seperti sekarang, peran itu tetap penting untuk menjaga demokrasi,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda merupakan kekuatan besar dalam menjaga integritas pemilu serta memastikan proses demokrasi berjalan secara jujur, adil, dan transparan.
Melalui Podcast MALEO, Bawaslu terus menghadirkan ruang literasi dan edukasi kepemiluan yang mudah diakses dan relevan dengan perkembangan zaman. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat serta memperkuat partisipasi publik dalam mengawal demokrasi, khususnya di daerah.