Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Pohuwato Sembelih Hewan Kurban, Tanamkan Nilai Keikhlasan dan Pengorbanan

Foto

Bawaslu Pohuwato saat melaksanakan penyembelihan dan penyerahan daging hewan kurban kepada masyarakat yang berhak menerima daging kurban di halaman kantor Bawaslu Pohuwato, Jumat (29/05/2026). 

Marisa - Dalam momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Bawaslu Pohuwato melaksanakan penyembelihan hewan kurban di halaman kantor setempat, Jumat (29/05/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Bawaslu Pohuwato, Yolanda Harun, Anggota Munawar, Kepala Sekretariat Rahmat A. Djakaria, serta jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Bawaslu Pohuwato.

Penyembelihan hewan kurban itu dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya menanamkan nilai-nilai pengorbanan, kepedulian sosial, dan keikhlasan kepada seluruh jajaran lembaga. Suasana kebersamaan tampak mewarnai kegiatan yang berlangsung sederhana namun penuh makna tersebut.

Ketua Bawaslu Pohuwato, Yolanda Harun, mengungkapkan rasa syukur karena tahun ini lembaganya kembali dapat melaksanakan ibadah kurban. Menurutnya, Iduladha bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat nilai kemanusiaan dan solidaritas.

“Alhamdulillah, tahun ini kami masih diberi kesempatan untuk menyembelih hewan kurban. Semoga semangat berkurban dapat tertanam dalam jiwa kita semua, terutama dalam membangun rasa ikhlas, peduli, dan berbagi kepada sesama,” ujar Yolanda.

Sementara itu, Kepala Sekretariat Bawaslu Pohuwato, Rahmat A. Djakaria, mengatakan bahwa Iduladha mengajarkan makna keikhlasan yang mendalam dalam kehidupan. Ia menilai, semangat pengorbanan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi refleksi penting dalam menjalankan tugas maupun kehidupan sosial.

“Iduladha mengajarkan kita tentang keikhlasan. Tidak semua pengorbanan dapat terlihat dan dirayakan dengan meriah. Ada nilai kesabaran, ketulusan, dan keberanian untuk melepaskan sesuatu demi kebaikan yang lebih besar,” kata Rahmat.

Ia juga menambahkan bahwa Idulfitri dan Iduladha memiliki makna emosional yang berbeda. Jika Idulfitri identik dengan kebahagiaan dan saling memaafkan, maka Iduladha lebih banyak mengajarkan tentang keteguhan hati dalam menghadapi kehilangan dan pengorbanan.

“Idulfitri adalah pelukan setelah hujan tangis, sementara Iduladha adalah pelajaran diam-diam tentang kehilangan dan keikhlasan. Tidak semua orang mampu menjalaninya dengan mudah, karena dibutuhkan hati sebesar Nabi Ibrahim dan keberanian seperti Nabi Ismail,” tambahnya.

Melalui kegiatan kurban tersebut, Bawaslu Pohuwato berharap nilai-nilai pengorbanan, kebersamaan, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh, baik dalam lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.