Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Pohuwato Matangkan Kesiapan Sembilan Peserta Orientasi PPPK

Foto

Kasek Bawaslu Kabupaten Pohuwato, Rahmat A. Djakaria, dan di dampingi panita orientasi Bawaslu Pohuwato saat menggelar rapat khusus bersama sembilan PPPK yang akan mengikuti orientasi, di ruang rapat Kantor Bawaslu Pohuwato, Senin (06/07/2026).

Marisa – Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pohuwato, Rahmat A. Djakaria, menggelar rapat khusus bersama Panitia orientasi dan sembilan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang akan mengikuti orientasi, di ruang rapat Kantor Bawaslu Pohuwato, Senin (06/07/2026). Pertemuan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh peserta telah siap mengikuti kegiatan orientasi yang akan dilaksanakan secara daring.

Rapat tersebut difokuskan pada pengecekan kesiapan administrasi maupun perlengkapan peserta, mulai dari pakaian yang akan digunakan hingga perangkat pendukung pembelajaran daring. Langkah itu dilakukan agar seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian orientasi dengan optimal tanpa kendala teknis.

Kepala Sekretariat Bawaslu Pohuwato, Rahmat A. Djakaria, mengatakan bahwa orientasi merupakan tahapan penting bagi PPPK sebelum menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Melalui kegiatan tersebut, peserta akan dibekali pemahaman mengenai nilai-nilai dasar ASN, budaya kerja, serta tanggung jawab sebagai pelayan publik.

"Orientasi ini bukan sekadar memenuhi tahapan administrasi, tetapi menjadi proses pembentukan karakter dan integritas sebagai Aparatur Sipil Negara. Karena itu, saya ingin memastikan seluruh peserta benar-benar siap mengikuti setiap materi yang diberikan," ujar Rahmat.

Menurut Rahmat, orientasi juga menjadi media untuk memperkenalkan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK sekaligus memberikan pemahaman mengenai tugas, fungsi, hak, dan kewajiban PPPK sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Saya berharap seluruh peserta mengikuti orientasi dengan sungguh-sungguh. Materi yang akan diterima nantinya menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas di lingkungan Bawaslu, sehingga dapat bekerja secara profesional, berintegritas, dan memberikan pelayanan terbaik," katanya.

Rahmat menambahkan, seluruh peserta telah diingatkan untuk memastikan kesiapan perangkat elektronik dan jaringan internet mengingat pelaksanaan orientasi dilakukan secara daring. Kesiapan tersebut dinilai menjadi faktor penting agar proses pembelajaran dapat berlangsung efektif.

"Pastikan seluruh perlengkapan telah disiapkan, mulai dari pakaian yang telah ditentukan, laptop atau komputer, hingga jaringan internet yang stabil. Jangan sampai ada kendala teknis yang menghambat proses orientasi," tegasnya.

Selain itu, Rahmat menegaskan bahwa selama mengikuti orientasi, seluruh peserta dibebaskan sementara dari pelaksanaan tugas kedinasan sehari-hari. Kebijakan tersebut diberikan agar peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara penuh tanpa terbebani pekerjaan lainnya.

"Selama masa orientasi, peserta dibebastugaskan dari tugas rutin di kantor. Fokuskan perhatian pada seluruh materi yang diberikan agar ilmu dan pemahaman yang diperoleh dapat diterapkan secara maksimal dalam pelaksanaan tugas ke depan," pungkas Rahmat.

Orientasi PPPK merupakan bagian dari pembinaan ASN yang bertujuan membentuk aparatur yang profesional, berintegritas, serta memahami nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan fungsi di lingkungan Bawaslu.