Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Pohuwato Matangkan Agenda Juni 2026, Fokus pada Uji Petik PDPB dan Pembentukan Kampung Pengawasan

Foto

Bawaslu Kabupaten Pohuwato, saat menggelar rapat pleno untuk mematangkan sejumlah agenda strategis yang akan dilaksanakan sepanjang Juni 2026. Rapat yang berlangsung di Kantor Bawaslu Pohuwato pada Rabu (03/06/2026).

Marisa - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pohuwato menggelar rapat pleno untuk mematangkan sejumlah agenda strategis yang akan dilaksanakan sepanjang Juni 2026. Rapat yang berlangsung di Kantor Bawaslu Pohuwato pada Rabu (03/06/2026) tersebut dipimpin oleh Ketua Bawaslu Pohuwato, Yolanda Harun.

Rapat pleno dihadiri oleh Ketua Bawaslu Pohuwato Yolanda Harun, anggota Bawaslu Kabupaten Pohuwato Amran Hulubangga, serta Munawar yang mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting. Turut hadir Kepala Sekretariat Bawaslu Pohuwato Rahmat A. Djakaria bersama para Kepala Subbagian di lingkungan Sekretariat Bawaslu Pohuwato.

Dalam rapat tersebut, jajaran pimpinan dan sekretariat membahas berbagai program kerja yang menjadi prioritas pada bulan Juni, termasuk pelaksanaan uji petik Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) serta persiapan pembentukan Kampung Pengawasan sebagai bagian dari upaya penguatan pengawasan partisipatif di masyarakat.

Ketua Bawaslu Pohuwato, Yolanda Harun, menegaskan bahwa seluruh agenda yang telah direncanakan perlu dipersiapkan secara matang agar dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif terhadap kualitas pengawasan pemilu di daerah.

"Beberapa agenda penting yang akan kita laksanakan pada bulan Juni ini antara lain uji petik Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) dan persiapan pembentukan Kampung Pengawasan. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi dan kesiapan seluruh jajaran agar pelaksanaannya berjalan sesuai rencana," ujar Yolanda dalam rapat pleno.

Menurut Yolanda, uji petik PDPB menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan akurasi dan validitas data pemilih yang diperbarui secara berkelanjutan. Sementara itu, pembentukan Kampung Pengawasan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam mengawal seluruh tahapan kepemiluan.

"Kampung Pengawasan merupakan wadah untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Kehadiran masyarakat yang aktif dan sadar akan pentingnya pengawasan menjadi salah satu faktor utama dalam mewujudkan pemilu yang demokratis dan berintegritas," tambahnya.

Melalui rapat pleno tersebut, Bawaslu Pohuwato berkomitmen memperkuat sinergi antara unsur pimpinan dan sekretariat guna memastikan seluruh program kerja yang telah ditetapkan dapat terlaksana secara optimal. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Bawaslu dalam menjaga kualitas demokrasi melalui pengawasan yang efektif, partisipatif, dan berkelanjutan.