Lompat ke isi utama

Berita

Amran: Bawaslu dan Partai Politik Memiliki Tanggung Jawab Bersama Menjaga Demokrasi

Foto

Anggota Bawaslu Kabupaten Pohuwato Amran Hulubangga, saat menyampaikan penegasan bahwa Bawaslu bukanlah lawan ataupun pihak yang berhadapan dengan peserta pemilu, melainkan mitra dalam menjaga kualitas demokrasi agar tetap berjalan sesuai dengan prinsip keadilan, kepastian hukum, dan integritas. Selasa (21/07/2026).

Marisa - Anggota Bawaslu Kabupaten Pohuwato Amran Hulubangga menegaskan bahwa Bawaslu bukanlah lawan ataupun pihak yang berhadapan dengan peserta pemilu, melainkan mitra dalam menjaga kualitas demokrasi agar tetap berjalan sesuai dengan prinsip keadilan, kepastian hukum, dan integritas. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pohuwato di Kecamatan Buntulia, Selasa (21/07/2026).

Menurut Amran, masih terdapat anggapan bahwa pengawasan yang dilakukan Bawaslu merupakan bentuk pencarian kesalahan terhadap peserta pemilu. Padahal, fungsi pengawasan justru bertujuan memastikan seluruh tahapan pemilu dan pemilihan berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan sehingga mampu menghasilkan proses demokrasi yang berkualitas.

"Bawaslu bukanlah musuh peserta pemilu ataupun partai politik. Sebaliknya, kami merupakan bagian dari sistem demokrasi yang memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan. Ketika seluruh pihak menjalankan perannya masing-masing dengan baik, maka kualitas demokrasi juga akan semakin baik," ujar Amran.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan Konsolidasi Demokrasi menjadi salah satu ruang evaluasi terhadap penyelenggaraan pemilu dan pemilihan sebelumnya. Melalui forum tersebut, Bawaslu membuka ruang dialog guna menghimpun berbagai pengalaman, masukan, maupun catatan dari partai politik sebagai bahan perbaikan penyelenggaraan demokrasi pada masa mendatang.

Amran berharap komunikasi yang terus terjalin antara Bawaslu dan partai politik dapat memperkuat kesamaan persepsi dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

"Evaluasi tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan masukan dari partai politik sebagai peserta pemilu. Dari sinilah kita bersama-sama membangun demokrasi yang semakin matang dan berkualitas," pungkasnya.

Melalui Konsolidasi Demokrasi tersebut, Bawaslu Pohuwato terus berkomitmen membangun komunikasi yang konstruktif bersama partai politik sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan partisipatif dan kualitas demokrasi di Kabupaten Pohuwato.